home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
9 guests
 Home >> Articles >> Kerohanian >> Kesaksian >> Paradoks Kehidupan Manusia
Title: Paradoks Kehidupan Manusia

Paradoks kehidupan dan waktu kita dalam sejarah ini adalah:

- Kita memiliki gedung-gedung yang tinggi, namun temperamen yang pendek;
- Kita memiliki jalan-jalan raya yang lebar, namun sudut pandang yang sempit;
- Kita menggunakan uang dengan berlimpah, namun mendapatkan sedikit;
- Kita berbelanja lebih banyak, namun sedikit menikmatinya;
- Kita memiliki rumah-rumah yang besar, namun jumlah keluarga yang sedikit;
- Kita memiliki banyak kesempatan, namun sedikit waktu;
- Kita memiliki banyak gelar, namun sedikit pengertian;
- Kita memiliki banyak pengetahuan, namun sedikit pertimbangan;
- Kita memiliki banyak ahli, namun lebih banyak masalah;
- Kita memiliki banyak obat-obatan, namun sedikit kesembuhan/pemulihan;
- Kita minum terlalu banyak, merokok terlalu banyak, terlaluh gegabah, sedikit tertawa, mengemudi terlalu cepat, terlalu cepat marah, terjaga sampai larut malam, bangun dengan lesuh, dan jarang membaca;
- Kita terlalu banyak menonton TV, dan lebih jarang berdoa;
- Kita memperbanyak harta, namun lebih sedikit membagi;
- Kita terlalu banyak berbicara, jarang mengasihi, dan lebih sering membenci;
- Kita belajar bagaimana mencari kebutuhan hidup, namun bukan kehidupan;
- Kita telah menambah waktu usia kita, namun bukan kehidupan kepada waktu;
- Kita telah pergi ke bulan dan kembali, namun memiliki masalah.menyebrang jalan untuk menyapa tetangga kita;
- Kita telah menaklukkan luar angkasa, tetapi bukan [dalam] diri kita;
- Kita telah melakukan hal yang besar, namun buka yang lebih baik;
- Kita telah membersihkan lingkungan, namun bukan jiwa kita yang kotor;
- Kita telah membelah partikel atom, namun bukan prasangka kita;
- Kita menulis lebih banyak , namun lebih sedikit belajar;
- Kita berencana lebih banyak, namun lebih sedikit hasil;
- Kita belajar untuk cepat, namun tidak untuk menunggu;
- Kita telah membuat computer untuk menyimpan dan menghasilkan lebih banyak, namun lebih sedikit komunikasi dengan sesama;

- Waktu ini dalah waktu dengan makanan instan “fast food”, namun system pencernaan yang lebih lambat; Manusia-manusia yang tinggi, namun karakter yang pendek; Keberuntungan yang menanjak, namun relasi yang dangkal;
- Waktu ini adalah waktu dengan banyak kepelisiran, namun sedikit kegembiraan; lebih banyak jenis makanan, namun dengan gizi yang lebih rendah;
- Waktu ini adalah waktu dengan penghasilan yang lebih banyak, namun lebih banyak perceraian; rumah-rumah yang mewah dan kokoh, namun rumah tangga yang hancur/berantakan;
- Waktu ini adalah hari-hari dengan perjalanan supersonic, moralitas yang merosot, hidup hanya untuk seketika, obesitas, dan obat-obat untuk kemeriahan sampai kepada ketenangan, dan selanjutnya kematian;
- Waktu ini adalah waktu dimana banyak pertunjukkan pada etalase-etalase toko, namun dengan gudang yang kosong; Waktu ketika teknologi merubah cara kita hidup, bekerja dan berbelanja.
- Lucu bagaimana Rp.10.000,- terlalu banyak ketika kita membawa ke gereja untuk persembahan, namun terlalu sedikit ketika kita bawa ke mal;
- Lucu betapa lama kita rasakan dalam berbakti/melayani Tuhan selama satu jam, namun betapa cepat menonton pertandingan “Liga Inggris” selama satu setengah jam;
- Lucu betapa sangat lama berbakti digereja beberapa jam, namun begitu singkat ketika menonton TV/film;
- Lucu bagaimana sulitnya kita untuk mengucapkan beberapa kata ketika berdoa, namun tidak ada masalah ketika menceritakan tentang orang lain [gossip];
- Lucu bagaimana kita bersemangat ketika terjadi perpanjangan waktu dalam pertandingan sepak bola. Namun bersungut-sungut ketika jam khotbah sudah lewat;
- Lucu bagaimana menjemukan untuk membaca satu pasal dalam Alkitab, namun sangat bersemangat dalam membaca novel “Kho Ping Ho” beberapa jilid;
- Lucu bagaimana kita berebutan untuk mendapatkan tempat duduk didepan dalam suatu pertandingan/konser, namun berebutan untuk mendapatkan tempat duduk paling belakang di gereja;
- Lucu bagaimana kita memerlukan waktu yang lama untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan ”ambil bagian” di gereja, namun dapat segera menyesuaikan jadwal kita pada menit-menit terakhir untuk kegiatan yang lain;
- Lucu bagaimana sulitnya untuk orang belajar firman Tuhan dan membagikannya kepada yang lain, namun sangat gampang untuk orang yang sama mengerti dan mengulangi “tambah sedikit” sebuah gosip;
- Lucu bagaimana mudahnya kita percaya apa yang dikatakan disurat kabar [koran], namun banyak bertanya mengenai apa yang dikatakan oleh Alkitab;
- Lucu bagaimana semua orang mau pergi ke Surga asal saja mereka tidak perlu percaya, berpikir, berkata-kata, atau melakukan sesuatu’
- Lucu bagaimana kita bisa mengirim ribuan cerita humor melalui e-mail dan menyebarkannya dengan cepat, tetapi ketika kita mengirim sesuatu tentang Tuhan, banyak yang berpikir dua kali untuk membagikannya.


Hits: 2642
Rating: Rating: 5 Votes: 1 (Rating Scale: 1 = worst, 10 = best)
Added on: 12 Nov 2004
Author/Source: Joshua Tobing
Author's email/website: n/a
Posted by: irwin
Comments: 1 Comment(s) | Rate this Article

By kerupuk
01 Feb 2006
Who's "kita"? are u sure.... kita

Back

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs © 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page