home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
10 guests
Pelajaran Minggu Ini | Arsip | Para Penerjemah
SSCQ Pelajaran 11 Kwartal 3 tahun 2010
Pemilihan Kasih Karunia

“Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.” (Roma 11:1).


Sabat | Minggu | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat


Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Editor: Daniel Saputra dan Yonata Bastian


Sabbath
4 September
Matt. 28:19, 20; Rom.10:12; 11:17, 18 Pendahuluan
Melupakan Missi Utama

Ada seorang kaya yang tinggal di desa terpencil. Dia mempunya beberapa orang anak, yang masing-masingnya mempunyai karakter yang berbeda. Orang ini adalah orang yang penuh perhatian. Dia mengajarkan kepada semua anaknya untuk bekerja,dan dia membantu mereka untuk menumbuhkan sifat dan karakter yang baik.
Salah seorang anaknya Joe, amat berbakat sekali. Joe menjadi favorit orang ini. Suatu hari orang kaya ini merencankana suatu perjalanan bisnis. Dia mengatakan kepada Joe bahwa dia mengangkat Joe untuk bertanggung jawab kepada saudara-saudaranya dan membantu mereka belajar sementara dia pergi.

peranan boleh berobah, tetapi rencana keselamatan kekal

Sayangnya, Joe tidak melakukan apa yang diharapkan bapanya. Dia memisahkan diri dari saudara-saudaranya. Daripada membantu saudaranya, di melakukan hal-hal yang membuat dia terlihat hebat pada waktu bapanya pulang. Faktanya, apabila salah seorang adiknya melakukan kesalahan, daripada membanut saudaranya, Joe malahan mengacam saudaranya dengan mengatakan akan melaporkan mereka kepada ayahnya.
Pada waktu ayahnya pulang, semua anak-anak menyambutnya. Tetapi, pada waktu dia tahu bahwa Joe tidak melakukan apa yang telah dimintanya, dia menjadi sedih dan mengatakan kepada Joe bahwa dia akan meluangkan waktu lebih banyak kepada saudaranya yang lain daripada dengan Joe.
Sementara semua perumpamaan, seperti yang ini mengarah kepada sesuatu, yang ini mengajarkan kepada kita bahwa Bapa kita yang disurga mengasihi semua orang, walaupun pada masa lalu Dia telah secara khusus memilih suatu bangsa untuk mengajarkan kasihNya kepada bangsa lain. Tetapi, bangsa ini yang dinamakan Tuhan Israel berusaha keras sekali untuk menjadi putra favorit sehingga mereka memisahkan diri mereka dari dunia yang lain. Mereka sedemikian bangganya dengan status umat pilihan sehingga mereka lupa kenapa Allah telah memilih mereka—membagikan kabar baik kebenaran melalui iman.
Pada waktu Yesus datang kedunia ini. Dia membantu mereka dan kita untuk mengerti bahwa “tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan kafir” (Roma 10:12), karena semuanya telah bedosa dan membutuhkan kasih karunia Allah yang diberikan kepada dunia melalui Yesus Kristus. Kasih karunia ini diberikan kepada semua, bukan berdasarkan nasinalitas, kelahiran, atau kerja, tetapi melalui iman dalam Yesus, yang telah mati menjadi Pengganti bagi orang berdosa dimanapun dia ada. Ya, peranan boleh berobah, tetapi rencana keselamatan kekal.
Minggu ini kita akan belajar tentang apa artinya menjadi umat pilihan atau diangkat oleh Kristus, yang tidak membedakan antara orang Yahudi dan gerika khususnya untuk keselamatan. Hari ini, Dia juga membujuk kita untuk mengabarkan ijil kepada selurh bangsa bukan hanya kepada beberapa orang saja (Mat.:12)

Daniel Saputra, Sumatra Selatan, Indonesia







Minggu
5 September
Logos
Kesempatan Kedua . . . . dan Ketiga . . .dan Ke Empat . . . .dan . . . Roma 10; 11

Perhatian Paulus (Roma 10: 1-8)
Keselamatan orang Israel—umat pilihan Tuhan—merupakan agenda tersembunyi dan pelayanan Paulus diantara orang kafir di Roma. Pada awal pasal 8, dia mengungkapan kerinduannya untuk keselamatan pemimpin Yahudi. Mereka mempunyai pengetahuan dan disiplin legalis, tetapi hal ini tidak menuntun mereka kepada kerendahan hati dan kebergantungan menyeluruh kepada Allah.

Allah tidak pernah menarik tangan belas kasihan dan kasih karuniaNYA, Kitalah yang menolakNYA

Walaupun begitu, juga di roma, Paulus mengabarkan injil kepada orang kafir. Dia berharap dengan melakukan itu akan menyebabkan orang Yahudi mencemburui mereka dan dipaksa untuk menerima belas kasihan Allah. Tetapi pemimpin orang Yahudi sebaliknya tertarik untuk menuruti secara rinci akan hukum-hukum, karena ini akan melambungkan ego mereka. Dengan melakukan itu, mereka menolak pengalaman sederhana mempunyai iman dalam Yesus dan melindungi kesombongan mereka dengan tidak mengakui bahwa mereka tidak mampu menyelamatkan diri mereka sendiri.

Evangelisasi: Lebih dari Sebuah Panggilan (Rom. 10:14–21)
Apabila seseorang menerima pemberikan keselamatan Yesus, konsekuensi alaminya adalah kerinduan untuk juga menolong orang lain untuk menemukan kasih karunia dan pengharapan didalam diriNYA. Ayat 14 memprovokasi pikiran kita dengan pertanyaan yang memaksa orang Kristen untuk membagikan injil. Dalam buku renungan tentang Roma, George R. Knight membagikan suatu perspektif baru tentang ayat 14 dalam suatu kutipan dari seorang pembicara Kristen yang terkenal, John Stott: “Intisari dari argumentasi Paulus akan terlihat apabila kita menempatkan enam kata kerja dalam urutan yang terbalik: Kristus mengirimkan juru kabar; juru kabar berkhotbah; orang-orang mendengar; yang mendengar percaya; yang percaya terpangging; dan yang terpanggil diselamatkan.”* Bahkan saat ini, kita diinspirasi oleh kebenaran pekabaran ini: Bagaimana orang-orang disekeliling kita bisa mendengar apabila kita tidak membagikannya kepada mereka?
Tetapi orang yang mendengar tentang Yesus mesti mempercayaiNYA dan melanjutkan untuk mengimani kemampuanNYA untuk menyelamatkan mereka dari dosa-dosa mereka. Orang Israel telah mendengar, tetapi mereka tidak percaya. Dalam ayat 19, Paulus menanyakan kepada kita suatu pertanyaan redundan, “Apakah orang Israel tidak tahu?” Tentu saja mereka tahu! Tetapi, pengetahuan mereka akan Allah telah menjadi illah mereka. Mereka menyembah pengetahuan ini dan hidup dalu suatu bentuk keillahian yang tidak dapat diterima dalam pandangan Allah.

Kasih Allah yang tak Pernah Gagal (Rom. 11:1–12)
Pemimpin keagamaan Yahudi dan pengikutnya menolak Yesus sebagai Mesias. Tetapi, Allah tidak pernah menolak mereka. Paulus menekankan hal ini pada waktu dia menuliskan, “Saya sendiri adalah orang Israel, turunan Abraham, anggota suku Benyamin. Allah tidak menolah umatnya yang lebih dahulu dipilihNya”(Roma 11:1,2). Allah tidak pernah menarik tangan belas kasihan dan kasih karuniaNYA, Kitalah yang menolakNYA.
Allah dapat melihat bahwa orang Yahudi mencoba untuk menghidupkan peranan mereka sebagai umat PilihanNYA. Mereka berpegang teguh dengan adat istiadat dan mempraktekan semua upacara dengan sepenuh hati. Bukalah masalah apakah mereka umat Allah atau tidak—mereka hanya mengambil jalan yang keliru. Jalan yang benar diperlihatkan dalam Yohanes 14:6, “Yesus mengatakan . . . . , Akulah jalan, Kebenaran, dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang sampai kepada Bapa kecuali melalui Aku”.

Keselamatan untuk Orang Kafir (Rom. 11:13–26)
Paulus melanjutkan ini dengan menguraikan bahwa sebatang pohon mempunyai cabang yang asli, cabang yang patah, dan cabang yang dicangkokan. Pada saat orang Yahudi menola rencana keselamatan Allah, kekurangan iman mereka kepada Yesus menyebabkan mereka terpisah dari pohon Allah. Ketidak hadiran mereka membuat ruang untuk cabang liar orang kafir menjadi bagian dari keluarga Allah karena mereka menerima Injil. Illustrasi pohon mengingatkan kita bahwa iman orang Yahudi masih berakar pada keKristenan.
Walaupun orang Israel telah terpisah dari Allah, Dia belum membakar dan mencampakan mereka. “Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.” (ayat 23)

Belas Kasihan Allah untuk semua Umat Manusia (Rom. 11:29–36)
Pasal 11 menyimpulkan suatu tekanan perayaan, perbaktian, dan pujian kepda kasih karunia Allah yang tak terbatas dan kasihNya yang tanpa syarat. Paulus menyatakan bahwa Allah masih tetap memohon kepada orang Yahudi untuk menerima kasih karuniaNYA, merendahkan hati mereka sendiri, dan diselamatkan oleh iman. Kasih dan penerimaan, seperti yang terjadi pada orang-orang berdosa, bukanlah apa yang layak mereka terima. Orang Yahudi telah mencegah penyebaran injil, telah menganiaya para misionaris, dan bertanggung jawab atas penyaliban Kristus. Tetapi tetap saja Allah, menginginkan mereka diselamatkan—kalau saja mereka percaya dan menyerahkan sifat memuliakan diri sendiri dan mempunyai iman kepada Yesus sebagai juruselamat mereka.
Kita bisa saja bersyukur karena ketidak patuhan tak pernah berakhir, tetapi karena itulah Yesus datang untuk membebaskan kita. Dia adalah satu-satunya yang dapat dengan sempurna patuh kepada hukum Allah. Jalan-jalanNya jauh melampaui jalan kita. Segala sesuatu yang dapat kita berikan kepada Allah tak ada sepersekiannya dibandingkan apa yang telah dilakkannya bagi kita. Orang Yahudi bangga akan kemampuan mereka mematuhi hukum secara rinci. Tetapi, mereka tidak menyadari seberapa gawatnya mereka telah jatuh. Semua kemulian berpulang hanya kepada Allah. Hanya melalui kasih karuniaNYA kita diselamatkan.

REAKSI
1. Menurut anda, bentuk hubungan apa yang dimiliki Paulus dengan pemimpin Yahudi yang dulu dihidupkannya dan praktek legalistiknya dijalankannya?
2. Apa pendapat anda tentang cara Allah menawarkan kasih karunia kepada orang-orang yang keras tengkuk, sombong, dan fanatik? Pernahkan anda merasa seperti menolak seseorang dengan sikap mau menang sendiri dan keras tengkuk?
____________
* George R. Knight, Walking With Paul Through the Book of Romans (Hagerstown, Md.: Review and Herald® Publishing Association, 2002), p. 256.

Debbie Battin Sasser, Friendswood, Texas, U.S.A






Senin
6 September
Kesaksian
Hasil Pemilihan Yohn 15:4; Rom. 11:4–6; 2 Pet. 1:3–11

Apabila kita taat dengan kondisi yang telah dibuat Tuhan, kita mempunyai kepastiaan untuk diselamatkan. Ketaatan yang sempurna kepada hukum-hukumNya adalah bukti kita mengasihi Allah, dan tidak dikeraskan oleh dosa.
“Kristus mempunyai gereja pada setiap zaman. Ada orang-orang yang berada di dalam gereja yang tidak menjadi lebih baik dari hubungan ini. Mereka sendiri yang memutuskan hubungan ini. Kepatuhan kepada perintah Allah memberikan kita hak istimewa gerejaNYA”1

Tidak ada satupun orang yang mesti hilang

Yohanes 15:4 "adalah permata kebenaran yang paling berharga bagi setiap jiwa kita. Disinilah terletak pemilihan kita dalam Alkitab, dan kita dapat membuktikan pemilihan kita oleh Kristus karena setia; kita dapat membutkikan diri kita sendiri dipilih Kristus karena tinggal didalam Kristus.”2
“Allah memilih mereka yang telah bekerja pada rencana penambahan (2 Pet. 1:5-8). Penjelasannya diberikan pada bagian pertama dari buku 2Petrus. Untuk semua umat manusia, Kristus telah membayar ongkosnya. Tidak ada satupun orang yang mesti hilang. Semuanya telah ditebus. Bagi mereka yang menerima Kristus sebagai juruselamat pribadinya akan diberikan kuasa untuk menjadi putra dan putri Allah. Suatu polis asuransi hidup kekal telah disediakan untuk semua orang.
“Siapapun yang dipilih Allah, ditebus oleh Kristus. Juruselamat telah membayar harga penebusan untuk setiap jiwa. Kita bukanlah milik kita lagi, karena kita telah dibeli. Dari Penebus, yang dari sejak dunia dijadikan telah memilih kita, kita menerima asuransi yang memastikan hidup kekal . . . . .
“ . . . . . . .Ini bukanlah polis asuransi yang nilainya akan diterima oleh orang lain setelah kematian kita, ini adalah polis yang memastikan kita suatu hidup bersama-sama Allah—hidup kekal”3

REAKSI
1. Bagaimana ayat-ayat berikut membantu kita mendefinisikan “ketaatan sempurna”? Keluaran. 20:1–17; Yesaya. 58:5–9; Mikha. 6:8; Matt. 22:34–40; 25:31–46.
2. Allah telah memilih semua orang dalam pengertian Dia mengirimkan PutraNYA kedunia bukan untuk mengutuk dunia, tetapi agar dunia dapat diselamatkan melalui Dia (Yoh. 3:16-17). Bagaimana orang-orang bahkan anda sendiri memutuskan pemilihan ini?
____________
1. Ellen G. White Comments, The SDA Bible Commentary, vol. 6, p. 1079.
2. Ibid.
3. Ibid., vol. 7, p. 944.

Leslie J. Scholten, Amsterdam, the Netherlands







Selasa
7 September
Bukti
Pelajaran dari Orang Israel Rom. 10:16–21

Pada ayat inti hari ini, kita temui Paulus mengutip dari kata-kata nabi Yesaya untuk mengkontraskan perbedaan antara penolakan Israel sebagai bangsa akan kebenaran melalui iman dan “iman yang tak terduga” orang Kafir. Agar kita tidak memubat kesalahan yang sama seperti yang dilakukan orang Israel, adalah penting bagi kita untuk mengetahui kondisi orang Israel pada waktu Yesaya bekerja sebagai nabi Tuhan. Yesaya menekankan ketidak relaan orang Israel untuk mendengarkan suara Allah. Dia menekankan ketidak taatan dan pemberontakan bangsa itu.

Orang Israel menempatkan pengharapan mereka akan kebesaran dunia

Tetapi mari kita mundur ke zaman sebelum Yesaya yaitu pada waktu orang Israel keluar dari Mesir dan mengembara di padang belantara selama 40 tahun. Kemudian kita temukan berkali-kali ketika mereka kehilangan iman akan Allah dan janji-janji keselamatanNYA. Dari sejak mulai perjalanan mereka telah bersungut-sungut dan berkeluh kesah akan apa yang mereka anggap sebagai bermutu, atau kekurangannya, pemeliharaan Allah kepada mereka. Perhatikan akan keluh kesah mereka akan makanan mereka di Bilangan 11:4-34 dan kekurangan air di Keluaran 15:22-24 dan Bilangan 20:1-13. Kemudian pada waktu orang Israel meyakinkan Harun untuk membuat patung anak lembu jantan sementara Musa bertemu dengan Allah mewakili mereka (Kel. 32:1-6). Pada waktu mereka pertama kali meninggalkan Mesir, hati mereka pastilah dipenuhi oleh kesukaan dan iman. Tetapi alangkah cepatnya mereka lupa.
Kita baca bahwa semua hal ini dan lebih lanjutnya mengakibatkan orang Israel akhirnya kehilangan “pandangan akan hak istimewa mereka sebagai perwakilan Allah. Mereka lupa Allah dan gagal untuk memenuhi misi suciNYA. Berkat yang mereka terima tidak membawa berkat kepada dunia. Semua keistimewaan itu mereka jadikan untuk kemuliaan mereka saja. Mereka menutup diri mereka dari dunia agar terlepas dari pencobaan.”1
“Orang Israel menempatkan pengharapan mereka akan kebesaran dunia. Dari sejak mereka memasuki tanah Kanaan, mereka menyimpang dari perintah Allah, dan mengikuti jalan kekafiran. Dengan sia-sia Allah mengirimkan peringatan kepada umatNYA melalui para nabi. Dengan sia-sia mereka menderita penghinaan orang Kafir. Setiap reformasi selalu diikuti oleh kemurtadan yang lebih dalam lagi.”2.
Dari orang Israel, kita belajar bahwa tidak peduli seberapa banyak kita mengklaim sebagai umat pilihan Allah, jika kita tidak memupuk iman kita, kita akan terlepas dariNYA. Orang Israel gagal karena mereka secara konsisten tercerai dari Allah, mencari “makan” dan “air” illah lain yang tampaknya lebih menarik.
____________
1. The Acts of the Apostles, p. 14.
2. The Desire of Ages, p. 28.

Osvald Taroreh, Jakarta, Indonesia







Rabu
8 September

Rom. 10:9; 11:17–24 Bagaimana
Mempertahankan Pilihan Kita

Paulus menunjukan kepada kita bahwa keselematan didasarkan pada kasih karunia Allah dan pembenaran oleh iman, dan semua orang telah dipilih untuk menerima keselamatan jika mereka menerima pengorbanan Kristus bagi mereka. Pada waktu orang Yahudi yang tidak per caya menolah Kristus, kerajaanNYA diberikan kepada orang Kafir (Roma 11:17-24). (Hal ini bukan berarti keselamatan untuk orang Yahudi secara pribadi secara total telah ditutup). Paulus menekan hal ini dengan membandingkannya kepada suatu cabang yang patah dari pohon zaitun dan cabang liar dicangkokan menggantikan yang patah. Setiap orang saat ini yang menerima Kristus melalui iman merupakan bagian dari pencangkokan itu, dan, karenanya merupakan bagian dari pohon itu. Jadi bagaimana kita menghidupkan keselamatan yang telah diberikan Kristus kepada kita?

“Anti” ini berlanjut ke penghancuran gereja

Sadari bahwa tidak ada keselamatan bila terpisah dari pohon. Paulus secara terus menerus mengajarkan kita bahwa kita tidak dapat mempunyai pengharapan, damai, dan keselamatan kecuali kita mempertahankan hubungan iman dengan Allah melalui Kristus. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan keselamatan. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kasih karunia Allah pada waktu kita menerima pengorbanan Kristus bagi kita.
Hindari kesombongan. Kita mesti berhati-hati akan kesombongan rohani (Amsal 16:18). “Paulus mengingatkan kita tentang perasaan superior terhadap orang lain sama berartinya saat ini seperti 2000 tahun lalu. . . . . . .Beberapa orang mungkin tidak anti Yahudi, tetapi mereka mungkin anti-Hitam, anti-Putih, anti-Hispanik, dan anti-Asia, atau anti-orang lain yang tidak mempercayai hal yang sama yang mereka percayai atau menghargai musik yang sama seperti yang mereka hargai. “Anti” ini berlanjut ke penghancuran gereja. Satu-satunya pemecahan masalah untuk mereka dengan pemikiran superior adalah bertemu dengan Kristus di kayu salib.”*
Pertahankan hubungan dengan Yesus. Keselamatan kita dipertahankan sepanjang kita mempunyai hubungna yang kuat dengan Juruselamat kita. Bagian dari mempertahankan ini termasuk melakukan kehendak Allah. Bacalah Matius 7:21. Yesus mengatakan, “Tidak semua orang yang mengatakan “Tuhan, Tuhan” akan memasuki kerajaan sorga, tetapi hanya bagi mereka yang melakukan kehendak BapaKu disorga saja.” Kita juga perlu berdoa, mempelajari Firman Allah, dan merenungkannya, dan melayani seseama manusia.

REAKSI:
1. Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kegagalan orang Israel menerima Kristus?
2. Apa yang dikatakan Alkitab tentang sifat kehendak Allah? Galatia 1:4; 1 Tessalonika 4:3–7; 5:1–22; 1 Petrus 2:15; 2 Petrus 3:9. Apalagi yang menurut anda merupakan kehendak Allah? Dukung pendapatmu dengan ayat Alkitab.
____________
*George R. Knight, Walking With Paul Through the Book of Romans, p. 272.

Victor Joe Sinaga, Palembang, South Sumatra, Indonesia







Kamis
9 September
Rom. 10:9–21 Pendapat
Meninggalkan Zona Nyaman

Dengan membuat mereka terpisah dari dunia, orang Israel secar tidak sadar telah membangun tembok yang memisahkan mereka dan orang kafir, karenanya gagal untuk menyatakan pekabaran kepada orang lain. Sebagai orang Kristen, kita juga, sering terperangkap oleh tembok yang kita ciptakan. Apabila kita merasa nyaman dengan suatu kelompok dalam gereja, kita cenderung mengabaikan hubungan yang sehat dengan teman-teman dilingkukangan dan kota kita. Hal ini mencegah kita untuk membagikan injil kepada orang lain.

kita mempunyai kesempatan yang luarbiasa untuk bersaksi bagi Allah

Allah tidak menolak orang berdasarkan adat atau suku. Dia tidak lebih menyenangi suatu bangsa dari yang lain. Tetapi Dia menganugerahkan keselamatan untuk semua (Yoh. 3:16, 17). Kita mesti meninggalkan zona nyaman kita dan membagikan injil dalam suatu cara atau lainnya dengan semua orang yang kita temui.
Injil tidak dapat dipisahkan dari kata mission dan pelayanan. “Pengikut Kristus telah ditebus untuk pelayanan. Tuhan kita mengajarkan bahwa objek kehidupan yang sebenarnya adalah pelayanan (ministry). Kristus sendiri adalah pekerja, dan kepada semua pengikutNYA Dia memberikan hukum pelayanan—pelayanan kepada Tuhan dan sesama manusia. . . . . .Hukum pelayanan menjadi rantai penghubung yang mengikat kita kepada Allah dan sesama manusia.
“Dia memberikan kepada semua orang pekerjaannya. Setiap orang mempunyai tempat dalam rencan sorga yang kekal. Setiap orang mesti bekerja dalam kerjasama dengan Kristus untuk keselamatan jiwa-jiwa. Tidak ada tempat yang lebih baik dipersiapkan bagi kita di istana sorga daripada tempat khusus dinyatakan di dunia ditempat kita bekerja bagi Allah”*
Melalui missi dan pelayanan, kita mempunyai kesempatan yang luarbiasa untuk bersaksi bagi Allah. Karena orang Israel sebagai bangsa menolah Allah, Dia membuka pintu bagi setiap orang untuk menjadi saksi-saksiNYA. Orang Kristen saat ini mesti selalu memberikan perhatian kepada rencana menyeluruh yang ditawarkan Allah—Keselamatan untuk semua orang, dan anak-anak. Apabila kita menutup dirikita sendiri dari dunia baik yang jauh dan disekitar kita, Allah mungkin juga menolah kita dan menggunakan orang lain untuk mengabarkan kebenaranNYA, bahkan alam juga (Mazmur 19:1-4)

REAKSI
Kenapa kita sebagai orang Kristen sering kehilangan fokus sampai ketitik perasaan terlampau nyaman dengan agama kita? Apa yang dapat kita lakukan untuk menghancurkan batas itu dan menjangkau orang lain?
____________
*Christ’s Object Lessons, pp. 326, 327.

Fritz and Joice Manurung, Jakarta, Indonesia







Jum’at
10 SEptember
Dalami
Keselamatan dan Identitas Roma 9

SIMPULAN
Banyak negara, propinsi, kabupaten dan kota menyelenggarakan pemilihan yang mahal untuk menentukan siapa yang akan memerintah daerah mereka. Hasil dari pemilihan ini dapat menjadi bencana atau keuntungan, bergantung siapa yang diangkat dan sudut pandang pemilih. Tetapi ada suatu proses pemilihan yang pasti—pemilihan Allah akan umatNYA. Kualifikasi untuk pemilihan mereka mencakup iman mereka, yang juga merupakan bukti pemilihan mereka. Allah telah membayar semua biaya untuk pemilihan ini melalui kematian PutraNYA, Yesus Kristus. Sepajang kita berpegang kepadaNYA kita pasti dipilih.

PERTIMBANGKAN
• Baca secara menyeluruh Yohanes 15:1-17 dan buat riset tentang penanaman pokok anggur. Bandingkan penanaman ini dengan pemilihan umat Allah dan proses pertumbuhan mereka sebagai orang Kristen.
• Pelajari sejarah gereja Kristen untuk melihat pada waktu Allah mempunyai umat yang mematuhi perintahNYA.
• Ciptakan persamaan yang menyatakan proses penambahan dalam 2Petrus 1:3-10. Bagaimana bentuk persamaan itu jika anda ingin mengurangkan?
• Tulis daftar cara-cara anda dapat menggunakan talenta untuk melayani masyarakatmu. Kemudian carilah gambar-gambar yang menunjukan benda-benda dalam daftarmu. Buatlah album dari gambar-gambar ini. Berdasarkan pelajaran minggu ini, judul apa yang akan anda berikan untuk albummu?
• Buat jaringan dengan tiga atau empat orang yang mempunyai talenta yang sama denganmu. Secara bersama buatlah dan laksanakn suatu rencana yang menggunakan talenta untuk kebaikan masyarakatmu.
• Buatlah suatu lagu yang liriknya terdiri dari paling sedikit tiga buat ayat favorit yang berhubungan dengan iman. Sementara anda menulis lagumu, ingatlah bahwa iman dalam Allah yang membuat kita diangkat.

HUBUNGKAN
George R. Knight, Walking With Paul Through the Book of Romans, pp. 261,


Marijo Van Dyke, Detroit, Michigan, U.S.A.


Para Penerjemah:
Daniel Saputra
 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs © 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page