home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
7 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 7/8/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Kelompok kecil kami telah menyanyikan lagu-lagu pendek, "Jesus is The Sweetest Name I Know [Nama Yesus Terindah]," dsb. Sungguh indah!
Tetapi mengapa demikian?
Kita menjawab dengan enteng, "Karena Dia mati bagi kita!" Dan itu benar.
Tetapi jenis kematian apakah yang Dia alami? Jenis kematian hanya sepanjang satu akhir minggu? Bapa membangkitkan Dia!
Siapapun yang telah menderita kengerian fisik dari penyaliban akan bersuka cita untuk tidur selama satu akhir minggu.
Tetapi itu bukanlah kematian yang diderita Tuhan Yesus.
Dia menderita kematian kedua dari dunia ini. Yesaya menggambarkannya, "ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut" (Yes 53:12). Seperti bila Anda membalikkan sebuah botol dan mengeringkan setiap tetes isinya; Yesus memilih untuk pergi ke neraka bagi kita -- itulah apa yang tercakup ketika Dia menjalani "kematian kedua" kita.
Tidak, Dia tidak mati selamanya, karena Bapa membangkitkan Dia setelah hari yang ketiga. Rasul Petrus dengan tepat memahami bahwa kubur tidak bisa menahan Yesus, karena Dia tidak berdosa: "sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan" (Kis 2:27).
Tetapi Dia membuat komitmen untuk mati bagi kita selamanya!
Dan di dalam alam semesta Allah yang luas, komitmen itu adalah perbuatan itu sendiri. Bila kita sanggup "bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih [agape] Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan" (Efe 3:17-19), kita tidak bisa berbuat kurang dari memberikan diri kita sendiri kepada-Nya secara total, dan selamanya.
Motivasinya tidak memiliki sedikit pun ketakutan di dalamnya: melainkan satu syukur dari dalam hati untuk kasih agape-Nya.

dari Dial Daily Bread 18 Juni 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page