home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
6 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 4/29/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Adalah sesuatu yang fantastis, fenomenal, mencengangkan, bagi para malaikat sorgawi yang melihat bagaimana sebagian besar umat manusia memilih Kabar Buruk dibanding yang Baik. Ketika Seseorang datang ke tengah-tengah kita membawa bagi kita Kabar Baik, "kita" begitu marah kepada-Nya sehingga "kita" bangkit dan menyalibkan Dia. (Seseorang berkata, Ah ya, tetapi itu 2000 tahun yang lalu dan orang-orang itu adalah orang-orang yang jahat; kita ini berbeda. Kita telah belajar dari pengalaman, kita tidak pernah akan berbuat seperti itu).

Inilah akar dari masalah kita: Alkitab mengatakan bahwa kita semua adalah sama -- secara alamiah. New English Bible menterjemahkan Roma 3:23 sebagai "Semua serupa telah berdosa," dan itulah yang dikatakan dengan jelas oleh Paulus karena dalam pasal 8:7 dia menambahkan, "keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah." "Keinginan daging" itu adalah perlengkapan DNA standar bagi "semua" dari kita, tidak seorang pun yang "terkecuali" dari warisan yang universal itu, bahkan juga tidak Perawan Maria. Semua manusia dilahirkan di dalam keadaan terpisah dari Tuhan; kita harus belajar bagaimana untuk mempercayai Kabar Baik (Maria mempelajarinya!). Kita tidak bisa mengaku superior dalam hal kebijakan di atas mereka yang hidup 2000 tahun yang lalu. Secara bersama, "mereka" adalah "kita."

Kita tidak bisa percaya apa yang Yesus katakan kecuali kita mempercayai bahwa "kuk itu mudah" dan "beban-[Nya] ringan." Tetapi yakinlah, akal sehat yang jujur mengatakan kepada kita bahwa mempercayai Kabar Baik tidaklah "mudah." Secara terus menerus kita manusia, di gereja maupun di luar, terpeleset ke dalam celah ketidakpercayaan itu seperti Israel yang tidak bisa "memasuki" Tanah Perjanjian mereka "tidak masuk karena ketidak-[percaya, KJV]-an mereka. (Ibr. 4:6). Ketidakpercayaan masih adalah dosa bersama kita. Tetapi kita tidak perlu tinggal di dalamnya. Bila hari ini, dengan "banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita" setelah ribuan tahun sejarah, kita memilih untuk melanjutkan di dalamnya, kita akan menarik ke atas diri kita sendiri penghukuman kekal yang layak diterima (12:1; 6:4-8). Kita tidak harus hidup dalam ketidakpercayaan, kita bisa bertobat darinya, karena Roh Kudus sedang memberikan KARUNIA pertobatan (Kis 5:31). Marilah kita menggenggamnya.

Bila kita memilih untuk mempercayai betapa baiknya Kabar Baik yang sejati, betapa satu beban terangkat dari hati kita! "Melalui adopsi dari anak-anak ini," "supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya" (Efe 1:3-6), anggota keluarga sorga! Jangan berjalan menjauhinya.

Dari Dial Daily Bread 27 April 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page