home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
11 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 4/30/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Hari ini kami mendapat kehormatan untuk mengunjungi satu daerah penghasil anggur yang terkenal. Kami melihat rumah-rumah yang indah dari para pedagang produsen anggur yang kaya, kerajinan kayu yang mahal, kaca jendela berwarna yang meriah, taman yang mengesankan. Anggur menghasilkan kekayaan!

Tetapi saya tidak bisa mengalihkan pikiran saya dari satu ayat di Alkitab; dia berulang-ulang kembali menjadi pusat pemikiran saya: "Celakalah orang yang memberi minum sesamanya manusia bercampur amarah, bahkan memabukkan dia ..." (Hab 2:15). Saya mengenal dan menghormati orang-orang muda Kristen yang karena ayat Alkitab itu, orang-orang muda yang membutuhkan pekerjaan untuk membiayai pendidikan mereka, tidak bisa menerima pekerjaan di sebuah supermarket karena itu berarti menangani penjualan minuman yang memabukkan.

Mengapakah nabi Allah berkata "Celaka ... " bagi orang-orang ini? Alkitab jelas dan keras dalam penolakannya akan minuman yang memabukkan. "Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya" (Ams 20:1). "orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya," artinya, tidak pernah akan diberkati dalam kehidupannya (Ams 21:17).

Penggunaan dari minuman yang memabukkan yang ringan sekalipun sangatlah berbahaya karena itu menciptakan selera untuk datang kepada minuman keras, dan dia menarik bagi orang-orang muda dengan tabiat moral yang baik yang bila tidak demikian tidak akan tergoda oleh kejahatan.

Ya, orang-orang kaya yang membangun rumah-rumah mewah yang kami kunjungi hari ini berada di tangan Tuhan untuk penghakiman yang terakhir (sebagaimana kita semua juga!); kita tidak bisa menghakimi mereka. Tetapi sementara saya mengunjungi rumah-rumah yang layaknya istana ini saya tidak bisa menolak keyakinan yang dalam akan satu pertentangan dalam hal nilai-nilai yang terlihat di sini: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga" (Mat 5:3). Alkitab melipatgandakan berkat-berkat yang diucapkan atas orang-orang miskin. "Tetapi kepada orang inilah Aku memandang:" firman Tuhan, "kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku" (Yes 66:2).

Dikatakan oleh orang yang sangat bijaksana yang menuliskan sebagian dari Buku Amsal: "Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku" (Ams 30:7-9).

Baiklah, satu-satunya kata yang bisa saya ucapkan setelah itu, adalah AMIN!

dari Dial Daily Bread 27 April 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko







 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page