home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
12 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 5/7/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Apa yang menurut Anda adalah pencobaan yang terbesar yang harus dihadapi oleh Yesus? Anda tahu tentu saja bahwa Dia dicobai -- Alkitab mengatakan bahwa "sama dengan kita, Ia telah dicobai." Pencobaan-pencobaan-Nya adalah nyata -- mereka menusuk dalam ke dalam jiwa-Nya yang paling dalam. Baiklah, pencobaan yang terbesar yang dia harus hadapi adalah pencobaan untuk meragukan siapa Diri-Nya. Dan bila kebenaran itu dikenal, itu juga adalah pencobaan terbesar yang Anda harus hadapi juga -- untuk meragukan siapa diri Anda.
Sebagai contoh, pikirkan kembali pencobaan Yesus di padang belantara setelah baptisan-Nya. Tiga kali si musuh yang licik, Setan, menjadikan sebagai sasaran inti yang terdalam dari keberadaan-Nya -- "jika Engkau Anak allah," perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti; "jika Engkau Anak Allah," meluncurlah ke bawah dari puncak menara Kaabah; "jika Engkau Anak Allah," tuntutlah kerajaan dunia ini sebagai milik-Mu dan aku akan memberikannya kepada-Mu, karena mereka adalah milikku, si setan berkata; ikutilah aku, berpikirlah masuk akal, mari bekerja sama.

Anda pikir itu adalah satu pencobaan? "Bila Engkau adalah siapa yang Engkau pikirkan" -- Engkau memiliki bayangan kebesaran seperti seorang pasien mental yang berpikir bahwa dia adalah Napoleon. Ya, Yesus memperoleh satu kemenangan saat itu, tetapi ingatlah bahwa si musuh itu kembali berulang-ulang kepada poin ini untuk membawa keraguan atas identitas-Nya yang sebenarnya sebagai Anak Allah. Akhirnya di saat yang paling akhir, sesuatu terjadi yang menolong untuk mengkristalisasikan itu semua di dalam pikiran dan hati Yesus ketika Maria mencuci kaki-Nya dengan air mata. Dia menyadari bahwa Dia adalah satu-satunya Orang di seluruh sejarah dunia untuk dihormati seperti itu; tidak seorang pun, bahkan tidak Aleksander Agung, pernah dicuci kakinya dengan air mata manusia. Ya, Yesus menyadari, Dia adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuan. Sekarang Dia siap untuk Yohanes 13. Pada perjamuan yang terakhir, Dia bangkit, menegakkan Diri-Nya sepenuhnya, menanggalkan jubah-Nya yang mahal, dan mengetahui sepenuhnya bahwa Dia telah datang dari Tuhan dan pergi kepada Tuhan, Dia merendahkan diri-Nya untuk membasuh kaki para murid-Nya. Dia tidak akan bisa melakukan hal itu sampa Dia telah mengetahui dengan pasti, dan merasakan dengan yakin, siapa Diri-Nya. Dia tidak pernah akan bisa menghadapi salib sampai Dia telah memiliki jaminan itu; dan bahkan di atas salib pencobaan terakhir itu dilontarkan kepada-Nya -- "jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu"!
Siapakah diri Anda? Apakah Anda tahu? Anda tidak bisa sungguh-sungguh rendah hati sampai Anda menyadari identitas Anda yang benar di dalam Kristus, ditebus oleh darah-Nya.

dari Dial Daily Bread 30 April 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page