home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
10 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 5/15/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Rasul Petrus mencetuskan satu frase yang menarik perhatian kita di dalam setiap generasi berikutnya dalam sejarah dunia: "kebenaran zaman ini" (2 Petrus 1:12). Kita seringkali mengabaikan satu sisi dari sejarah Yesus -- "pernikahan"-Nya. Itulah "pernikahan" sepanjang masa dan bahkan sepanjang kekekalan. Anak Allah menyunting seorang Mempelai! Tampaknya bahwa akhir yang agung dari sejarah itu adalah "kebenaran zaman ini." Pesta perkawinan adalah satu kesempatan yang gembira di semua budaya di sepanjang zaman; Perkawinan ini menyebabkan seluruh Sorga dan alam semesta itu sendiri untuk menyanyi. Ada empat chorus Haleluya yang besar karena sukacita yang tak terlampaui dan musik yang belum pernah terdengar selama kekekalan.
(1) "Anak Domba" itu adalah Anak Allah, "Firman" yang ada "pada mulanya," yang "berada bersama-sama dengan Allah," yang "adalah Allah." Pencipta di dalam mana "ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia," Dia yang "menjadi manusia, dan diam di antara kita" (Yoh 1:1-3,14). Dia adalah Raja Sorga, dan Dia juga adalah Raja segala raja dan Tuhan segala tuan. Dia akan menikah!
(2) Dia adalah Protagonis yang Agung di dalam "peperangan di sorga" di mana medan perangnya telah dipindahkan ke bumi ini. Pergumulan itu adalah melawan "naga yang besar" yang tadinya adalah Lucifer dan sekarang adalah " naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia." "Pesta perkawinan Anak Domba" tiba bersamaan dengan kemenangan final Anak Domba itu terhadap Setan (Why 12:7-10; 19:1-9). "Istri Anak Domba" itu berada di tengah-tengah semangat itu.
(3) sama seperti mempelai wanita manapun melengkapi suaminya, demikian juga "istri Anak Domba" itu memiliki satu peranan di dalam perayaan besar yang final ini. Perayaan itu tidak bisa berlangsung sampai dia "siap sedia"! Di seluruh dunia tampaknya orang-orang Kristen sedang ditarik untuk merenungkan krisis alam semesta yang sedang berlangsung yaitu mengenai mengapa dan bagaimana calon-mempelai itu telah menunda kesiapannya. Sorga sedang prihatin.

dari Dial Daily Bread 8 Mei 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page