home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
14 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 5/26/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Ketika Tuhan dihadapkan kepada seluruh dunia yang Dia telah ciptakan yang memberontak terhadap dia, apakah yang Dia lakukan? Dia membuat tercengang alam semesta yang tidak jatuh: Dia dengan tulus mengampuni setiap orang dengan "pembenaran" [keputusan hukum tidak bersalah, NEB] (Rom 5:16).
Dia tidak berhak untuk melakukan hal ini secara hukum kecuali Dia sendiri telah mengambil ke atas Diri-Nya sendiri beban sepenuhnya pembayaran hukuman bagi dosa -- maut. Dan maut itu haruslah maut yang sebenarnya -- bukan hanya tidur untuk satu akhir minggu; Kristus menjalani kematian kedua bagi dunia. Itu adalah terowongan yang panjang, panjang sekali, yang di ujungnya tidak ada cahaya; kematian yang Yesus alami adalah hukuman yang kita semua layak terima dan akan kita alami bila tidak karena pengorbanan-Nya.

Itulah yang dikatakan oleh Roma 6:23 sebagai "upah dosa." Tidak ada yang kurang dari itu yang mencukupi.

Lama berselang Musa telah mengatakan (dan seluruh dunia telah mempercayai Musa untuk apa yang dia katakan) bahwa "seorang yang digantung [secara otomatis] terkutuk oleh Allah" (Ul 21:22,23). Tentu saja, para pemimpin Yahudi di dalam mereka mengadili Yesus di hadapan Pilatus, Gubernur Roma, mempercayai hal itu (di bawah hukum Roma, orang-orang Yahudi tidak memiliki hak untuk menghukum mati seseorang; hanya orang-orang Roma yang boleh melakukannya). Mengingat apa yang dikatakan oleh Musa, mereka berteriak di hadapan Pilatus, "Salibkan Dia!" (Yoh 19:6). Mempercayai Musa secara implisit, mereka percaya bahwa begitu mereka bisa menempatkan Yesus di atas salib itu, mereka bisa menepuk punggung satu sama lain untuk memberi selamat diri mereka sendiri, "Kita telah melakukan hal yang benar! Tidak mungkin Orang dari Nazaret ini adalah Mesias! Jadi, mari kita Salibkan Dia!"

Yesus benar ketika Dia berseru dalam penderitaan-Nya, bahwa Bapa telah "meninggalkan" Dia; sementara Dia tergantung di atas salib itu Dia berada di neraka -- neraka yang paling dalam, paling gelap, paling buruk yang ada.

Yesaya berkata sesuatu yang sulit untuk dipercaya, bahwa "TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan" (Yes 53:10). Anda bisa merenungkannya sepanjang sisa umur Anda dan tidak pernah menghabiskan maknanya: bapa apakah yang "berkehendak" untuk meremukkan anaknya?

Baiklah, Bapa di sorga "berkehendak" untuk "meremukkan Dia," karena .. Dan hanya ada satu hal untuk dikatakan di sini -- Dia mengasihi Anda lebih daripada Dia mengasihi-Nya. Itulah kisah terbesar sepanjang masa.

dari Dial Daily Bread 14 Mei 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page