home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
11 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 5/29/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Kita tidak membutuhkan pengkhotbah atau pelajar Alkitab manapun untuk mengingatkan kita akan kasih Juruselamat. Bila kita gagal seribu kali, Dia tidak menyerah dan meninggalkan kita.
Harga yang Yesus bayar di salib di dalam pengorbanan-Nya adalah cukup besar untuk memelihara kita, tidak peduli betapapun jauhnya kita telah tersesat. Ini bukan berarti mendorong kita untuk pergi dan tersesat, tidak, bila kita menghargai "betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya" kasih-Nya yang dinyatakan di atas salib, kita tidak bisa pergi menjauh!

Jelas dikatakan di dalam 2 Korintus 5:14: " Sebab kasih [agape] Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti [dengan kata lain ini bukan sekedar sentimentil; ini adalah logika yang matang dari jenis yang paling murni!], bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati [artinya, kita semua akan mati bila Dia tidak mati bagi kita!] Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri [dengan kata lain, adalah mustahil bagi seseorang yang menghargai apa yang Kristus telah buat bagi dirinya untuk terus hidup bagi dirinya sendiri], tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (ayat 14, 15).

"Menghargai" -- itulah kata kuncinya.

Itu bukan berarti mengangkat tangan di satu pertemuan besar dan berkata ya, Anda "menerima Yesus." Itu berarti merenungkan, memikirkan tentang, membiarkannya merasuk dalam-dalam, harga yang telah dibayar Anak Allah untuk menyelamatkan kita. Dia harus pergi ke neraka, untuk masuk, untuk memberikan diri-Nya ke neraka selamanya -- karena kasih-Nya begitu besar. Di sanalah Dia menemukan kita!

Mazmur 130: "Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! ... Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti [disegani, dihormati, KJV] orang" (ayat 1-4). Anda tidak pernah benar-benar menghargai jangkauan "pengampunan" itu sampai Anda sendiri mendapati diri Anda sepertinya ditinggalkan di "jurang yang dalam" itu, dari mana Anda akhirnya "berseru." Saya berkata "sepertinya," Anda tidak pernah benar-benar ditinggalkan tetapi Anda samapi di tempat di mana beban rasa bersalah dan ketakutan Anda begitu besar sehingga Anda merasa seolah-olah telah ditinggalkan, jadi ... adalah "dari jurang yang dalam" di mana Anda akhirnya berseru.

Pikirkan tentang itu, biarlah hati Anda "direntangkan" untuk menghargai betapa dalamnya "jurang yang dalam" itu.

dari Dial Daily Bread 20 Mei 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko






 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page