home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
5 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 6/4/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Hari ini beberapa orang sahabat yang baik hati membawa saya keluar untuk makan malam merayakan ulang tahun saya. Ya, saya harus jujur dan mengakui: total dari tahun-tahun saya sudah cukup banyak bertambah. Tetapi saya ingin bersaksi akan kebaikan Tuhan yang telah memelihara saya dan memberkati saya selama ini. Sama sekali saya tidak layak menerima kebaikan-Nya yang begitu berlimpah bagi saya yang telah membawa saya kepada apa yang banyak orang katakan sebagai "usia lanjut."
Tetapi mungkin kesaksian saya bisa menguatkan seorang muda di suatu tempat.
(a) Saya berusia dua belas tahun ketika guru Sekolah Minggu saya di gereja yang besar dengan jendela Gothic dan organ di suatu hari Minggu meminta kami anak-anak untuk menghafalkan Sepuluh Perintah Allah untuk mengucapkannya pada hari Minggu berikutnya.
(b) Saya menerima permintaan itu dengan serius dan melakukannya.
(c) Saya tidak bisa tidak melihat di sana di dalam Sepuluh Perintah Allah (Keluaran 20:1-17) bahwa "hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu." Saya menengok ke kalender di dinding dan melihat bahwa hari yang ketujuh adalah hari Sabtu dan bukan hari Minggu.
(d) Saya bertanya kepadanya hari Minggu berikutnya, "Bagaimana mungkin?"
(e) Dia berkata bahwa dia tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya, tetapi "Dr. Campbell, pendeta kita, dan semua gereja-gereja yang lain pergi ke gereja pada hari Minggu, jadi tentulah itu benar."
(f) Saya menerima hal itu untuk sementara itu, tetapi pertanyaan yang mengganjal itu tetap tinggal tidak terjawab.
(g) Kemudian seseorang menguakkan misteri itu bagi saya: gereja Katolik Roma telah mengubah hari perbaktian dari hari ketujuh menjadi hari pertama dari minggu.
(h) Martin Luther adalah seorang pahlawan bagi saya; saya mengingat bahwa pada usia 12 saya membuat keputusan saya. "Saya harus memelihara Sabat!" Tuhan harus didahulukan.
(i) Tetapi saya belum pernah mendengar satu gereja yang memelihara hari yang ketujuh, Sabtu, sebagai hari perbaktian. Jadi saya menunggu dan memperhatikan.
(j) Akhirnya saya menemukan satu. Satu bangunan kecil yang rapuh di bagian barat kota; dia tidak memiliki bangku-bangku gereja yang bagus, hanya kursi yang kasar untuk diduduki, bahkan tidak ada piano -- hanya satu organ tiup kuno yang harus dipompa.
(k) Tetapi saya telah membuat keputusan; saya menyukai jendela Gothic dan organ, dan saya menyukai popularitas, adalah sedikit sulit untuk mengenakan pakaian untuk hari Minggu dan berjalan melintasi pusat kota di hari Sabtu pagi sehingga teman-teman sekolah saya bisa melihat saya ("Ada apa dengan Robert? Dia pergi ke gereja pada hari Sabtu!").
(l) Saya telah melalui beberapa peperangan yang luar biasa mengenai memelihara Sabat di sekolah itu yang tidak bisa saya gambarkan di sini sekarang, tetapi biarlah saya bersaksi, Tuhan tidak pernah mengecewakan saya.
(m) Dan saya memuji Dia hari ini.

dari Dial Daily Bread 22 Mei 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page