home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
12 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 6/5/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Apakah kisah mengenai "perapian yang menyala-nyala" di dalam Daniel 3 hanyalah fiksi yang saleh? Atau sejarah yang otentik?
Penelitian sejarah dan arkeologi meneguhkan rincian yang mendukung: seperti perapian batu bata yang umum. Yeremia 29:22 menceritakan sejarah bagaimana Raja Nebukadnezar "memanggang di dalam api" dua pemberontak Yahudi; seorang raja Babel yang lain memegahkan diri karena membakar beberapa musuh politik - bukti bahwa metode hukuman mati ini sungguh-sungguh dipraktekkan; Herodotus dan Pliny menceritakan tentang raja-raja zaman dulu yang membangun patung raksasa dilapisi daun emas. Kelepasan dari kematian oleh api telah dijanjikan: "Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau." Tidak ragu lagi bahwa ketiga pemuda Ibrani yang dilemparkan ke dalam api itu telah menyayangi jaminan ini. Janji bahwa "Aku akan menyertai engkau" digenapi secara harafiah (Yes 43:2). "Anak Allah" berbagi "perapian" itu dengan mereka, sebagaimana yang disaksikan bahkan oleh raja kafir itu (Dan 3:25).

Inilah inti dari Daniel 3: akankah kita percaya bahwa Anak Allah berbagi penderitaan kita demi nama-Nya? Akankah Dia memberikan keberanian Ilahi untuk "berdiri" bila setiap orang yang lain tunduk? Rasul Petrus roboh ketika ujian datang kepadanya (Mat 26:69-75); kenyataannya, semua kesebelas murid itu melarikan diri.


Banyak orang Israel yang telah dibuang ke Babel ketika Daniel dan ketiga rekannya pergi, tapi tidak seorang pun dari mereka memiliki keberanian untuk mematuhi Kesepuluh Perintah Allah kecuali keempat orang ini! Dijamin, tiga orang yang menghadapi perapian yang menyala-nyala itu merasa ngeri pada prospek kematian oleh api; tetapi mereka merasa bahwa mereka telah dipanggil untuk menghormati kebenaran Allah di hadapan kumpulan para pemimpin dari kekaisaran itu. Dia memberikan keberanian kepada mereka, bahkan bila Tuhan memilih untuk tidak melepaskan mereka dari kematian (Dan 3:16-18; ini adalah motivasi yang tidak mementingkan diri yang diilhami oleh agape). Satu ujian final yang serupa akan tiba bagi kita semua di dalam krisis "tanda binatang" (Why 13: 11-17).

Kabar Baiknya: sekarang ini di seluruh dunia Roh Kudus sedang mempersiapkan, memberanikan, menguatkan, dan melatih orang-orang yang mau untuk menjalani ujian itu. Persekutuan dengan Kristus di dalam "api" adalah berharga, bahkan hari ini sementara kita menghormati Dia di sekolah, di universitas, di pekerjaan, di rumah.

dari Dial Daily Bread 22 Mei 2009
oleh Robert J. Weiland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page