home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
9 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 6/11/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Anda tidak bisa menyangkal bahwa ini adalah satu pencobaan: untuk 150 tahun lamanya "kita" telah mengkhotbahkan bahwa Yesus datang "segera," "waktunya sudah singkat," "waktu sudah hampir habis," dsb. Sekarang, banyak yang bertanya-tanya, karena mereka tergoda untuk meragukan "apakah Yesus BENAR-BENAR datang kembali SEGERA sebagaimana kita manusia terpaksa untuk memahami kata "segera"? Dan beberapa yang telah lama percaya bahwa Yesus berjanji untuk kembali secara tampak, secara pribadi, di awan-awan, mulai mencoba untuk mendefinisikan ulang "kedatangan kedua" sehingga kejadian itu tidak pribadi dan tampak. (Itu berarti mereka mengulangi argumen dari musuh-musuh "kita" dari lebih 150 tahun yang lalu! Sementara mengatakan kepada kita bahwa mereka masih mempercayai Kedatangan yang Kedua!).

Bila Anda tergoda untuk meragukan kegenapan nubuatan Alkitab, biarlah saya menyarankan satu pengamatan yang sederhana yang Anda bisa buat yang tidak bisa tidak akan menjernihkan pandangan Anda: pertimbangkan bagaimana dunia modern kita dengan cepat menjadi seperti yang Yesus gambarkan tentang zaman Nuh sebelum Air Bah. Lihatlah Matius 24: 37-39 (ini adalah kata-kata yang sederhana, dan langsung dari Yesus Sendiri). ""Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." Kejadian 6 menggambarkan "zaman" itu sebagai "rusak, ... dan penuh dengan kekerasan" (ayat 11). Apa yang diperhatikan orang hanyalah sex dan kesenangan. Dan Kejadian mengatakan bahwa "[Tuhan] menyesal, bahwa [Dia] telah menjadikan mereka."

Pikirkanlah bagaimana kita sekarang hidup di satu saat penghakiman yang khidmat, dan bandingkan dengan roh yang serakah, gila kesenangan, dan ya, rusak, yang merajalela, dan Anda tidak bisa tidak melihat bahwa sedemikianlah halnya di zaman Nuh sebelum Air Bah. inilah waktunya untuk berpikir dengan khidmat, serius, sadar! Tidak ada yang masuk akal di atas dunia ini kecuali kebenaran sebagaimana terdapat di dalam Yesus! Tuhan memberikan kepada kita kasih karunia untuk mempercayainya!

dari Dial Daily Bread 25 Mei 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko




 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page