home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
10 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 6/23/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Ada satu doa di dalam Alkitab yang siap untuk kita doakan, kapan saja kita "menyentuh dasar":
"Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku" (Maz 130:1,2).
(a) Anda mungkin belum "menyentuh dasar" saat ini; tetapi adalah baik untuk berkenalan dengan mazmur ini.
(b) Suatu hari, Anda akan "menyentuh dasar"! Dan untuk menyerap pekabaran yang indah ini sekarang akan menjadi satu berkat bagi Anda selamanya.
(c) Ada seorang Musuh jiwa kita yang ingin supaya kita "menyentuh dasar" dan tinggal di sana selamanya; tetapi itulah tempat di mana kita seharusnya memanggil Tuhan!
(d) Hal yang menonjol mengenai tabiat Tuhan yang dibawa ke pemandangan kita di sini di dalam mazmur ini adalah, "Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau disegani orang" (itulah arti "ditakuti," ayat 4).
(e) Hubungan kita dengan Allah yang Mahakasih selalu adalah hubungan dari seorang yang bertobat yang bersyukur karena pengampunan-Nya!
(f) Termasuk dengan "pengampunan Tuhan" itu adalah satu perasaan yang dalam dari pihak kita dari syukur yang besar.
(g) Syukur karena pengampunan itu adalah inti dari kesukaan. Sebelum kedatangan Tuhan dan karunia perubahan dari Dia, jangan sampai kita melupakan bahwa "pada[-Nya] ada pengampunan, supaya [Dia] disegani orang."
(h) Sejak saat ini, jalan kita adalah jalan kesukaan di dalam Tuhan. Kita bersuka cita selamanya karena Dia "menghukum dosa dalam daging": "Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh" (Rom 8:3,4).
(i) Dia mengundang kita untuk "tinggal dalam Dia." Tercakup di dalam berkat itu adalah kemenangan yang sama atas dosa yang membelenggu kita!

dari Dial Daily Bread 28 Mei 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page