home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
14 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 6/25/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Ada satu ayat yang aneh di dalam Amsal 22:14, yang tampaknya berkata bahwa siapapun yang melakukan perzinahan adalah orang kepada siapa "Allah jijik melihatnya." [abhorred] Kedengarannya sangat serius!
Terjemahan Revised English Version berkata, "... adalah lobang yang dalam; orang yang dikutuk TUHAN akan terperosok ke dalamnya." Kedengarannya lebih serius lagi!
Versi Goodspeed Version berkata, "Dia kepada siapa Tuhan marah akan terjatuh ke dalamnya."
[Terjemahan Baru menterjemahkannys sebagai "dimurkai Allah"].
Tidak dikatakan di sana bahwa bila seseorang jatuh ke dalam perzinahan maka KEMUDIAN Tuhan akan "merasa jijik terhadapnya" atau menjadi marah kepadanya; tidak, idenya adalah, bahwa kemurkaan dan rasa jijik dari Tuhan itu datang SEBELUM orang itu jatuh ke dalam lobang perzinahan.
Kedengarannya masih lebih serius lagi!
Mengapa Tuhan "merasa jijik" atau "murka" terhadap seseorang?
Kata kuncinya adalah "froward" [sesat]. "karena orang yang sesat [froward] adalah kekejian [abhorred] bagi TUHAN" (Amsal 3:32). Mereka yang secara sembrono, tanpa berpikir panjang, tanpa doa, mengikuti jalannya sendiri, adalah orang-orang yang "sesat" kepada siapa Tuhan tidak bisa lain kecuali "merasa jijik" terhadapnya.
Tetapi ingatlah bahwa menjadi "sesat" bukanlah dosa yang tidak bisa diampuni; Roh Kudus bisa menahan seorang pria (atau wanita, mereka juga bisa menjadi "sesat"), dan menginsafkan dia dan membawanya kepada pertobatan. Untuk menjadi "sesat" berarti mengendalikan kehidupan Anda ke depan tanpa pikiran tanpa "takut akan Allah" (kata itu berarti hormat atau segan terhadap-Nya, bukan ngeri takut terhadap-Nya). Tuhan mengasihi jiwa yang sesat, dan sebagai jawaban terhadap doa yang sungguh-sungguh dari hati akan memberikan pertobatan dan penyembuhan seumur hidup.


dari Dial Daily Bread 28 Mei 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page