home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
4 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 7/6/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Ketika Allah Bapa, Pencipta kita, mendapati Diri-Nya dihadapkan kepada satu dunia [planet yang jatuh ini] yang telah memberontak melawan Dia, Dia melakukan hal yang tidak terbayangkan: Dia dengan tulus mengampuni kita semua!
Ini mengherankan alam semesta yang tidak jatuh.
Dia mengutus Anak-Nya yang Tunggal, MEMBERIKAN Dia, untuk menjalani kematian kedua kita. Kematian Yesus secara tak terhingga adalah lebih dari sekedar tidur selama satu akhir minggu (yang akan dihargai orang manapun yang disalibkan; penyaliban tidak membunuh orang, itu hanya menyiksa mereka); jenis kematian yang dialami Yesus adalah apa yang Dia gambarkan ketika Dia berseru di atas salib-Nya, "Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Kematian yang dialami Yesus adalah ditinggalkan oleh Allah. Itulah neraka.

Dia tahu bahwa Dia sedang menjalani kematian kedua kita; Dia tahu bahwa Dia sedang memasuki neraka bagi kita -- neraka yang tidak memiliki akhir, tanpa terang di akhir dari terowongannya yang gelap.

Seseorang mungkin memprotes, "tetapi Dia dibangkitkan di hari yang ketiga!" Pengertian yang banyak dimiliki orang ini mengecilkan pengorbanan Kristus dan merampas dari kita kesanggupan untuk menghargai dimensinya yang agung. Penyaliban adalah satu pengalaman yang sangat menyakitkan tetapi tidak mematikan. Korbannya bisa hidup selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Itu hanyalah satu siksaan. Tetapi Yesus tahu bahwa kematian yang sedang dijalani-Nya adalah neraka yang tanpa akhir -- "kutuk" dari Allah.

Musa telah benar-benar mengatakannya, "seorang yang digantung [di atas sebuah pohon] terkutuk oleh Allah" (Ul 21:23). Semua orang mempercayai Musa, termasuk Yesus, itulah sebabnya Dia berseru dalam penderitaan-Nya, Ällah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Salib adalah bukti bagaimana Dia ditinggalkan oleh Allah. Neraka adalah kutuk Allah Bapa yang tak terbatas; tidak ada dimensi yang bisa diukur mengenai kengeriannya; tetapi Yesus memilih untuk memasukinya; dan Bapa memilih untuk MEMBERIKAN Dia kepadanya! (Mungkin lebih jauh besok).

Bila kita orang berdosa mulai melihat "lebarnya dan panjangnya dan dalamnya dan tingginya" (Efe 3:18), tidak ada akhir bagi pengabdian yang dimotivasi oleh kasih Ilahi ini untuk diberikan kepada-Nya selamanya!

dari Dial Daily Bread 17 Juni 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs © 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page