home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
10 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 6/27/2002

Salam dalam Kasih Kristus,

Edisi terbaru majalah TIME melaporkan dengan cerah tentang sukses besar yang dicapai para uskup dalam pertemuan mereka di Dallas. Kebijakan baru mereka akan mengangkat gereja dari lumpur kengerian media tentang kejahatan seksual para imam. Walaupun ada kekecewaan dari pihak pada korban pelecehan seksual ini, semua sekarang dianggap sudah baik.
Bagaimanapun juga, TIME mencatat satu elemen yang mengganggu: Vatican menerima seorang imam sebagai seorang imam selamanya bila dia telah diurapi, tidak peduli apapun dosa yang dia perbuat. Dan tidak ada batasan atau disiplin yang sekarang dijatuhkan pada uskup-uskup itu.
Apakah arti seorang imam yang diurapi? Menurut buku acuan dari Santo Alphonsus de Liguori (copyright 1972), imam-imam adalah manusia-manusia super yang kudus: "Tuhan sendiri wajib untuk mendukung keputusan imam-imam-Nya…. Raja Penguasa alam semesta hanya mengikuti [para imam] dengan menetapkan di sorga semua yang telah diputuskan [imam-imam] putuskan di bumi" (hlm 27, 28). Jadi imam yang diurapi memiliki kuasa untuk menciptakan Penebus dunia: "Bila seorang manusia yang adalah Penebus belum datang ke dunia ini, para imam, oleh mengucapkan kata-kata penyucian [hoc est corpus meum], akan membuat seseorang Manusia-Tuhan yang hebat….'Di tangan mereka, seperti di kandungan Perawan Suci, Anak Allah berinkarnasi.' Jandi para imam juga disebut orang tua Yesus Kristus …Jadi para imam boleh, dengan cara tertentu, dipanggil sebagai Pencipta dari Penciptanya" (hlm 32,33).
Ketika anak-anak dan pemuda diajar menghormati seorang imam/pastor sebagai seseorang yang begitu ditinggikan, dapat dimengerti bagaimana pendekatan seksualnya dapat menjadi suatu pengalaman yang
begitu menggoncangkan. Tidak ada kejahatan pelecehan seksual lainnya yang dapat menjadi begitu traumatis. Adalah kebenaran yang berharga untuk datang secara langsung kepada Yesus Kristus "Imam Besar kita yang hidup selamanya (Ibr 7:24-27). Kebetulan, Dia membenci dosa!

Dari Dial Daily Bread 22 Juni 2002
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page