home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
11 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 7/2/2002

Salam dalam Kasih Kristus,

Mereka selalu muncul kembali ke-144.000 itu (Why 7, 14)! Orang-orang terpancing keingintahuannya oleh mereka! beberapa penanya menanyakan, "Apakah mereka istimewa lebih daripada sejumlah besar orang dari generasi terakhir di atas bumi yang akan menjadi siap ketika Yesus kembali? Apakah mereka satu grup elite? Mungkin guru-guru atau penuntun-penuntun bagi "orang-orang awam" yang juga akan "diubahkan"?
Kita tidak berani menambahkan lebih daripada apa yang Alkitab katakan. Kita harus mengambil sikap rendah hati dalam mencoba menjelaskan siapakah orang-orang ini. Roh Kudus tidak membungkuk hanya untuk memuaskan rasa ingin tahu. Tetapi kita harus berpikir tentang tabiat dari kelompok istimewa ini. mengapa! Adalah mungkin bahwa Roh Kudus sekarang ini berbicara keapda Anda dan saya, "Marilah" dan menjadi satu dari 144.000 itu (lihat Why 22:17, dan renungkan apa artinya).
Bila demikian, apakah pantas bagi kita untuk menjawab Dia, "Tidak, terima kasih, saya ingin pergi ke sorga tetapi tidak ingin berada dalam satu keompok khusus yang menuntut begitu banyak pengabdian dan pengorbanan diri"? dapatkah kita menolak undangan APAPUN yang mungkin dibawa oleh Roh Kudus bagi kita dan masih tetap siap ketika Yesus datang kembali?
Atau, dengan kata lain, apakah Roh Kudus menawarkan pada kita untuk memilih tiket kelas satu atau kelas dua? Bila demikian, maka sebagian orang-orang yang kita kasihi akan meilih kelas dua. Mereka akan berkata, "saya tidak ingin mengalami pengabdian yang BESAR dari mereka yang 'mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Dia pergi,' yang berdiri di hadapan tahta Allah "tidak bercela" (14:4,5). Itu stnadar yang terlalu tinggi, saya tidak menginginkan satu 'rumah' yang besar di sorga seperti yang akan dimiliki Rasul Paulus - satu gubuk di Kota Suci itu cukuplah bila saja saya dapat diselipkan ke dalam gerbang mutiara itu" (pemikiran ini adalah sumber dari "kesuaman" yang menyebar luas). Pertanyaan: apakah sungguh-sungguh ada tiket kelas satu dan kelas dua ke sorga? Dapatkah Anda berkata "Tidak!" kepada Mempelai Pria - Kekasih dan masih tetap menjadi "tamu dalam pesta pernikahan"?

Dari Dial Daily Bread 26 Juni 2002
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page