home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
16 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 8/9/2002

Salam dalam Kasih Kristus,

Apakah Anda ingin bertemu dengan satu dari orang yang paling tidak mementingkan diri dalam sejarah? Tentu saja, kita dapat menominasikan banyak orang untuk kehormatan itu, seperti Yohanes Pembaptis yang mengatakan tentang Seseorang yang lain,, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (Yoh 3:29, 30), atau Musa yang berdoa supaya Tuhan menghapuskan namanya dari Buku Kehidupan bila itu dapat menyelamatkan Israel (Kel 32:32), atau Paulus yang berdoa supaya dia juga boleh hilang bila itu dapat menyelamatkan bangsanya (Rom 9:3). Tetapi inilah seseorang yang Anda mungkin tidak pernah pikirkan. Eliezer, pelayan dan seseorang yang pernah merupakan ahli waris dari kekayaan Abraham yang melimpah.
Ketika tahun-tahun makin bertambah dan secara menyedihkan tampak bahwa Abraham dan Sara terlalu tua untuk memiliki anak sendiri untuk mewarisi kekayaannya, mereka telah memilih Eliezer untuk menjadi ahli waris yang sah (Kej 15:2,3). Bukanlah suatu dosa bagi Eliezer untuk berpikir dan bermimpi tentang apa yang akan dia lakukan ketika Abraham yang sudah tua suatu saat meninggal, dan semua kekayaannya akan menjadi miliknya - ditambah kehormatan yang misterius untuk menjadi pewaris panggilan agung Abraham sebagai dia yang melalui siapa Mesias akan datang dan yang keturunannya akan menjadi berkat "bagi seluruh bumi." Abraham adalah seseorang yang penting! Dan sekarang tampak meyakinkan bahwa Eliezer juga akan menjadi seseorang yang sangat penting.
Dan kemudian yang tidak terpikirkan terjadi. Sarah yang sudah tua, 90 tahun, mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Ishak. Dan tentu saja dia, bukan lagi Eliezer, akan menjadi ahli waris yang sesungguhnya! Eliezer yang malang tergeser kembali ke posisinya semula - hanya seorang hamba di rumah itu. Dan kita tidak pernah mendengar tentang Eliezer lagi kecuali ketika dia pergi ke Haran dan merundingkan pernikahan Ribka untuk Ishak. Kisah tentang kasih dan penghormatannya kepada Abraham dan Ishak dalam Kejadian 24 adalah demonstrasi yang mengagumkan tentang Kekristenan yang tidak mementingkan diri. Dia secara total mengabdi pada "tuanku" Ishak sebagaimana dia melayani Tuhan sendiri (lihat ayat-ayat 27-65,66). Kita tidak membaca kata-kata sesungguhnya, tetapi Eliezer mengatakan, "Ishak harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."

Dari Dial Daily Bread 5 Agustus 2002
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page