home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
16 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 8/13/2002

Salam dalam Kasih Kristus,

Minggu ini jutaan orang di seluruh dunia mempelajari tentang Elia. Kisahnya bukanlah sekedar legenda yang terlupakan dalam beberapa hari. Baik Maleakhi maupun Yesus membicarakan tentang Tuhan akan "mengutus Elia" kembali sebelum kedatangan Yesus kedua kali.. Dan kita diberitahu bahwa ketika "dia" datang, sebagian orang Kristen akan memperlakukan "dia" seperti Raja Ahab dan Izebel memperlakukannya. Mungkinkah kita berbuat demikian?
Dapatkah "penyembahan Baal" masih berada di antara kita? Nama itu secara sederhana berarti "tuan." Seorang ibu rumah tangga mungkin memanggil suaminya, "Baal, pulanglah untuk makan siang!" setelah berabad-abad dari kekacauan rohani, orang-orang dengan jujur berpikir bahwa itu hanyalah nama lain untuk Allah orang Israel, karena mereka takut untuk mengucapkan nama-Nya sebenarnya karena terlalu kudus. Penyembahan Baal berkembang secara bertahap. Itu adalah "penyembahan modern," menyesuaikan diri dengan zaman, "jangkauan keluar" ekumenikal kepada banyak orang sekuler di sekitar mereka. Umat Israel menyukainya.
Ahab dan Izebel dianggap sama dengan "yang diurapi Allah" dengan tugas kudusnya. Ini adalah mungkin, karena Tuhan telah "mengangkat [Baasha] menjadi raja atas umat-Ku Israel," sekalipun dia begitu jahat (1 Raja 16:2)! Begitu banyak kemakmuran menyertai masa pemerintahan raja Ahab sehingga rakyat dengan sendirinya melihat dia juga sebagai ditunjuk sorga sebagai "raja Israel." "Duniawi?" Ya, tetapi itu tidak apa-apa.
Apakah Elia bersikap manis, rendah hati, dan penuh belas kasihan dalam pendekatannya kepada sang raja? Dia menerobos ke dalam kantor Ahab tanpa janji, melewati sekretarisnya, menempatkan dirinya di hadapan raja yang terkejut itu dan mengumumkan bencana. Kemudian menghilang tanpa mengucapkan selamat tinggal. Lama kemudian dia menemui Ahab dan mengatakan padanya secara langsung bahwa dialah penyebab satu-satunya dari kekeringan dan paceklik yang luar biasa itu. Apakah ada majelis gereja yang suka mengundang "Elia" untuk menjadi pembicara tamu?
Yesus membuat banyak hal menjadi jelas dengan mengatakan bahwa bila "Elia" datang, "dia" bukanlah seseorang dengan muka keras dan janggut putih. "Dia" akan merupakan satu pekabaran (lihat Mat 11:7-14).

Dari Dial Daily Bread 9 Agustus 2002
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page