home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
3 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 8/15/2002

Salam dalam Kasih Kristus,

Majalah NEWSWEEK terbaru memuat artikel utama tentang "Mengapa Kita Memerlukan Sorga," satu survei yang menarik tentang bermacam-macam kepercayaan tentang kehidupan setelah kematian yang diajarkan oleh agama-agama populer. Pembom bunuh diri Palestina mengharapkan satu firdaus dengan banyak perawan yang cantik dan bergairah untuk kenikmatan mereka tanpa akhir. "Sorga memberikan Palestina satu keuntungan dibandingkan Israel," kata satu penulis. "Martir" Yahudi yang dibunuh oleh pencari sorga Palestina juga berada dalam sorga abadi mereka. Musuh bebuyutan ini keduanya percaya bahwa Tuhan akan memberikan pada mereka sorga abadi walaupun mereka saling membenci dan saling membunuh.
Semua agama memiliki semacam ide tentang kehidupan sorga setelah kematian bagi mereka yang setia. Buku terbaru dari putri dari Billy Graham, Anne Graham Lotz tentang sorga mengajarkan versi teologis yang menenangkan. Sorga adalah "satu rumah impian, yang aman, yang semuanya telah dibayar, yang melindungi orang-orang yang Anda kasihi…Tuhan adalah Bapa yang meninggalkan beranda untuk menyambut kedatangan anak-anak yang dikasihi-Nya." Kaum optimis percaya bahwa kita telah dewasa dan tidak memerlukan umpan untuk "membedakan yang benar dari yang salah," sementara yang pesimis mempercayai bahwa kita telah "kehilangan sistem nilai dan imbalan dan juga kompas moral kita." Apa yang terjadi pada pemikiran abad 21?
Apa yang kurang dalam artikel Newsweek adalah pengakuan akan Seorang Kristus yang benar yang kasih agape-nya mendorong Dia untuk meninggalkan sorga dan dengan sukarela memasuki kengerian total neraka di dalam pencarian Gembala Yang Baik itu untuk menemukan kita. Dia "tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba [budak], dan menjadi sama dengan manusia [yang jatuh]. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib" (Fil 2:5-8). "Salib" berarti bagi Dia "kutukan Allah," berlawanan total dengan sorga jenis apapun yang diimpikan seseorang. Dan Dia telah membuat keputusan ini mengetahui apa yang tidak seorang pun dari kita mengetahuinya - kenyataan tentang sorga yang lebih nyata daripada yang dapat dipikirkan seseorang. Semuanya Dia tinggalkan - hanya supaya Anda dapat menikmati sorga yang ditinggalkan-Nya.

Dari Dial Daily Bread 15 Agustus 2002
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page