home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
11 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 8/21/2002

Salam dalam Kasih Kristus,

Pernahkah Anda berlutut dan bersyukur pada Bapa di sorga bahwa Anda tidak berada di dalam penjara? Saya mendapat satu surat yang menyedihkan dari seorang muda yang telah mengasihi injil, membaca Alkitab, ingin membagikan Kabar Baik, menjadi penginjil awam atau penulis. Dia mengemudikan taxi di satu kota besar untuk penghidupannya, tetapi dalam satu pertengkaran kehilangan kesabarannya dan mendapati dirinya dimasukkan dalam penjara di Texas.
Dia tidak memohon pertolongan untuk keluar; tidak, dia menangis dalam rasa malu. Dia mengizinkan setan-setan jauh di dalam untuk lepas. Dia pikir setan-setan itu telah pergi semuanya; di masa lalu dia pernah kehilangan kesabaran, sekarang setelah menjadi Kristen hal itu tidak akan terjadi lagi. Tetapi itu terjadi.
Beberapa orang yang benar-benar tidak bersalah berada dalam penjara, dan Tuhan mengasihani mereka. Tetapi juga ada beberapa orang bersalah di sana, apakah Tuhan juga mengasihani mereka? Banyak tokoh Alkitab di dalam penjara berada di sana karena ketidakadilan - Yusuf, Yeremia, Yohanes Pembaptis, Rasul Paulus. Di mana kita dapat membaca tentang orang-orang yang bersalah di dalam penjara yang disentuh oleh rahmat Allah?
Raja Daud secara hukum seharusnya menerima hukuman mati, dan dia mengetahuinya (baca Mazmur 51). Tetapi Tuhan mendengarnya. Petrus gagal begitu hebat sehingga dia berharap dia dapat mati, dia merasa dirinya sendiri sama sekali tidak layak kapanpun untuk mengkhotbahkan tentang Yesus, dia "menangis dengan sedihnya" karena setan-setan yang tersembunyi di dalam dirinya telah menggunakan bibirnya untuk menyuarakan penyangkalan atas diri Kristus. Petrus telah berpikir bahwa dia telah "diselamatkan," "kaya dan memperkayakan diri [secara rohani], dan tidak kekurangan apa-apa" (Luk 22:54-62, bdk Why 3:17). Adalah pengalaman yang menghancurkan hati untuk menyadari pada akhirnya betapa berdosa dia sebenarnya. Tetapi dia menjadi benar-benar bertobat.
Dan ya, ada satu lagi. Orang ini bukan hanya berada di penjara, dia digiring untuk dihukum mati karena kejahatannya. Ini bukan kisah tentang orang yang tidak bersalah yang dihukum mati secara tidak adil - pencuri di atas kayu salib itu layak menerima ganjarannya. Dan dia mengakuinya. Tetapi dia akhirnya disalibkan dengan Kristus, dan syukur pada Tuhan! Dia percaya apa yang dikatakan oleh Yesus kepadanya dan menerima pengampunan yang diberikan Kristus kepadanya.

Dari Dial Daily Bread 17 Agustus 2002
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page