home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
9 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 4/21/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Ini mengejutkan bagi banyak orang, tetapi adalah benar: Tuhan tidak pernah memberitahukan kepada siapapun Kabar Buruk, hanya Kabar Baik, atau bila Dia tidak dapat memberitahukan kepada Anda Kabar Baik, Dia akan tinggal diam. Anda mungkin membantah, "Bailah, tidakkah Dia memberitahukan kepada Raja Saul Kabar Buruk tepat sebelum kematiannya?" (1 Sam 28). Tidak, yang memberitahukan kepada Saul Kabar Buruk yang menjatuhkan hati raja itu dan mendorongnya untuk bunuh diri, adalah Setan, bukan Tuhan. "Baiklah, tidakkah Tuhan memberitahukan Kabar Buruk kepada orang-orang yang dibinasakan dalam Air Bah di zaman Nuh? Atau kepada Firaun di Mesir? Atau kepada Akhan, yang dilempari batu? Atau kepada Korah, Dathan, dan Abiram?" (Kej. 6, Kel. 4-14; Yosua 7, dsb.)
Saya pikir bila Anda membaca kisah-kisah itu dengan teliti Anda akan mendapati bahwa setiap kali, Tuhan memberikan kepada orang-orang ini kesempatan untuk bertobat; Dia tidak pernah ingin mengecilkan hati siapapun, atau mendorong seseorang untuk bunuh diri. Apakah Yesus mendorong Yudas Iskariot untuk bunuh diri? Tidak, tidak sama sekali; ketika Yudas mengkhianati Dia, Dia memanggilnya "Sahabat" (Mat 26:50), tetapi tidak mengatakan satu katapun yang lain kepadanya.
Ketika kita tiba pada Perjanjian Baru, sekali lagi seorang malaikat mengatakan kepada dunia, "aku memberitakan kepadamu kesukaan besar" (Luk 2:10), dan Paulus mengatakan untuk semua rasul-rasul, "kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu" (Kis 13:32), dan pekabaran Tuhan yang terakhir yang akan diberikan Tuhan kepada dunia ini akan merupakan "Kabar Baik yang kekal" (Why 14:6-12).
Sejak dosa masuk ke dalam dunia ini, Tuhan bekerja siang dan malam, tidak pernah mengambil libur dari menjadi seorang Juruselamat. Itulah hubungan-Nya dengan Anda, karena pada saat ini, bahkan walaupun Anda mungkin telah berbuat dosa yang sangat buruk, Dia selalu memiliki satu pekabaran pengharapan bagi Anda, dan selama Anda memiliki telinga untuk mendengarnya, Dia akan menyatakannya kepada Anda dalam suatu cara, bahkan bila Anda menghadapi hukuman mati dalam penjara. Bahkan bila Anda harus mati, ada bisikan Kabar Baik sementara Anda menarik nafas yang terakhir--mohon bertobatlah, kata-Nya; percayalah kepada kasih-Ku, hargailah pengorbanan-Ku kepadamu, karunia kebenaran dari-Ku, terimalah karunia pengampunan dari-ku, kehidupan kekal-Ku yang Aku bagikan kepadamu. Anda hanya "tidur dalam Yesus" sampai "pagi" kebangkitan. Dari di mana Anda berdiri pada saat ini, ada satu jalan pengharapan, Kabar Baik, bagi Anda. Sambutlah Kabar Baik itu, percayailah dia.

[Dari "The best of 'Dial Daily Bread'"]

Dari Dial Daily Bread 4 April 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page