home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
8 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 4/25/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Mungkinkah itu bahwa Anda tidak pernah mengetahui siapakah Anda sebenarnya? Ketika Anda belajar untuk menjawab pertanyaan itu, Anda menemukan kebahagiaan yang selalu Anda rindukan.
Setiap orang yang pada akhirnya berjalan melalui pintu Yerusalem Baru, dan makan dari pohon kehidupan, dan minum air hidup, akan merupakan anak dari dua orang -- dari Abraham dan istrinya Sara. Tujuh kali dalam buku Roma dikatakan bahwa dia adalah "bapa semua orang percaya" (lihat Rom 4:11), dan Tuhan mengatakan bahwa istrinya Sara akan menjadi "ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya" (Kej 17:16). Tetapi tentu saja idenya bukanlah bahwa "semua orang percaya" harus merupakan keturunan genetik harafiah; mereka adalah orang-orang yang "mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, …bapa kita semua" (rom 4:12, 16).
Tetapi apakah Abraham dan Sara selalu memiliki iman yang sempurna? Tidak! Inilah saatnya Anda naik ke atas panggun, karena Anda juga tidak selalu memiliki iman yang sempurna (Yah, bila Anda berpikir Anda selalu sempurna, Anda sedang membodohi diri sendiri). Memakan waktu bertahun-tahun bagi mereka berdua sebelum mereka belajar bagaimana untuk percaya dengan sesungguhnya (tidak berarti Anda harus menempuh waktu selama itu; Anda dapat "dilahirkan kembali" sekarang hari ini bila Anda memilih untuk mempercayai kebenaran itu). Tetapi Tuan dan Nyonya Abraham memiliki satu pengalaman bersama yang semua anak Allah lalui -- berpindah dari kegelapan ketidakpercayaan kepada terang yang mulia dari mempercayai Injil.
Dia yang paling lama menyeret kakinya adalah Nyonya Abraham. Ketika Tuhan menjanjikan kepada suaminya yang tidak memiliki anak bahwa dia akan memiliki anak-anak sebanyak bintang di langit, itu berarti Sara akan menjadi ibu mereka. Tentu saja! Tetapi dia tidak dapat hamil sementara "apa yang diinginkan hati[nya]" (lihat Mazm 37:4) adalah memiliki anak sendiri. Jadi apa yang dilakukannya? Mempersalahkan Tuhan untuk kemandulannya. Tentu saja (Kej 16:2). Anda berkata bahwa Anda tidak akan pernah melakukannya? Itulah sebabnya mengapa mungkin Anda tidak tahu siapa Anda sebenarnya. Sama seperti kedua orang ini, Anda dilahirkan sebagai orang tidak percaya yang perlu belajar untuk diperdamaikan dengan Tuhan. Sarai tua yang pahit akhirnya merendahkan hatinya dan diperdamaikan ketika dia mempercayai Kabar Baik Injil (lihat Ibr 11:11). Sekarang, ikutilah jejaknya ke dalam terang. Itu memimpin langsung ke Yerusalem Baru.

Dari Dial Daily Bread 12 April 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page