home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
8 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 4/28/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Bila ada seseorang di sana di dunia luar yang membaca pesan-pesan kecil ini yang hatinya merindukan pengampunan, biarlah Mazmur 130 menguatkan Anda: "Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! …Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku." Ini ditulis khususnya untuk Anda!
Alkitab menjadi Buku yang hidup ketika Anda mengambilnya sebagai pekabaran pribadi-Nya kepada Anda. Berpikirlah sederhana, jadilah naif bila Anda mau, tetapi percayailah Buku itu! Kontak dengan Dia adalah maslah hidup dan mati; Anda HARUS percaya bahwa Dia mendengar seseorang berseru dari "juran yang dalam." ANDAlah yang menuliskan Mazmur ini!
"Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan," bila Engkau mencatatnya sebagai bukti melawan kita, "siapakah yang dapat tahan?" Bahkan Daud sang raja (belum lagi Bathsheba) akan kehilangan jiwanya kecuali Engkau mengampuni!
"Tetapi pada-Mu ada pengampunan." Tetapi Anda, Anda yang kecil, tidak akan pernah menghargainya kecuali Anda telah berseru dari "jurang yang dalam" itu. Dan bila Anda tidak pernah berada di sana, menyedihkan tetapi adalah mungkin bahwa Anda belum pernah menerima pengampunan walaupun Tuhan telah menunggu untuk memberikannya. Setiap manusia di dunia sepanjang zaman telah dilahirkan dengan sifat alamiah yang berdosa, dan "semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah," termasuk semua orang kudus di dalam Alkitab. Itu berarti--mereka SEMUA "dari jurang yang dalam" telah berseru untuk pengampunan. Dan menerimanya--dalam hati yang rendah, hancur, dan bersyukur.
Dan itulah sebabnya Tuhan telah dengan cuma-cuma memberikannya, karena ayat 4 mengatakan bahwa "pengampunan"-Nya adalah "supaya Engkau ditakuti orang." Apakah maksud di balik "pengampunan"-Nya? Supaya kita dapat belajar siapakah Dia itu, sehingga kita dapat belajar (meninggalkan kesombongan rohani kita, yang adalah sifat alamiah kita semua) untuk menghormati Dia yang telah pergi ke neraka, mengalami kematian kita yang kedua, supaya dapat menyelamatkan kita selama-lamanya. "Ditakuti" bukan berarti kita takut kepada-Nya; itu berarti hati Anda yang mengkerut mementingkan diri menjadi "lapang" sampai ukuran di mana Anda dapat menghargai "betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih [agape] Kristus, dan dapat mengenal kasih itu" (Maz 119:32; Efe 3:18, 19). Pengampunan seperti itu bukan sukacita di permukaan untuk surat tilang yang dibatalkan di pengadilan Tuhan; pengampunan yang sebenarnya bukan hal yang sepele. Itu menempatkan Anda berdampingan dengan pencuri yang bertobat yang disalibkan dengan Kristus. Anda harus berada di sana sebelum Anda mendengar kata-kata itu, "engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." Itu bukanlah masalah usaha; itu adalah masalah iman. Anda diampuni bukan karena Anda percaya; Anda diampuni supaya Anda dapat belajar apa artinya percaya.

Dari Dial Daily Bread 14 April 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page