home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
2 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 5/6/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Marilah kita melihat dua kalimat dan Anda memutuskan yang mana dari keduanya yang lebih dekat pada kebenaran: (1) pembenaran adalah oleh iman, atau (2) pembenaran adalah oleh kasih karunia.
Bila Anda bingung, catat apa yang dikatakan oleh Efesus 2:8, 9: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." Itu benar; adalah mustahil bahwa iman kita bahkan dapat ada bila bukan karena terlebih dulu ada kasih karunia. Iman kita adalah satu respons paad kasih karunia Allah. Jadi, kita diselamatkan oleh kasih karunia, tetapi instrumen, melalui mana kita menerima dan menghargai kasih karunia itu, adalah iman kita. Dan ketika ayat itu mengatakan kita diselamatkan oleh kasih karunia, "kita" di sini tentulah berarti umat manusia, karena kasih karunia Allah tidak diberikan secara selektif menurut apakah orang telah berbuat baik untuk layak menerimanya, atau tidak.
Kasih karunia-Nya telah diberikan kepada semua orang dengan cuma-cuma sama seperti udara yang berputar di sekitar bumi. Kristus telah menjadi Adam yang kedua, membalikkan "penghukuman" yang telah dibawa Adam yang pertama ke atas seluruh umat manusia. Jadi Dia memberikan, bukan hanya menawarkan, kasih karunia-Nya kepada semua orang secara sama. Banyak yang memandang rendah kasih karunia-Nya, dan memilih untuk memberontak, tetapi kapan saja seseorang percaya, dia hanya menyambut inisiatif yang Kristus telah ambil untuk keselamatannya.
Sekarang, kembali kepada pertanyaan kita: apakah kita dibenarkan oleh kasih karunia, sama seperti kita diselamatkan oleh kasih karunia?
Pembenaran dan pengampunan adalah sama; dan kita sering membaca di dalam Alkitab bahwa pengampunan Allah telah mendahului kebutuhan kita akan pengampunan itu. Sebagai contoh, ketika orang-orang jahat menyalibkan Anak Allah, Dia tidak menunggu sampai mereka bertobat terlebih dahulu, Dia berdoa, "Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk 23:34).
Sebelum Petrus menyangkal Dia Kristus telah mengampuni dia. Dalam menjadi Kepala yang baru dari umat manusia, Kristus mengambil kita kepada diri-Nya sendiri; Dia mengambil dosa-dosa kita ke dalam diri-Nya, dan mati untuk membayar hukumannya, dan kematian yang dialami-Nya adalah apa yang disebut oleh Alkitab sebagai kematian yang sesungguhnya, kematian kedua. Dan inilah satu-satunya alasan mengapa Tuhan dapat memperlakukan umat manusia sebagaimana mereka tidak pernah berdosa. Bila Dia ada di sana untuk memperlakukan kita sebagaimana kita layak diperlakukan kita akan mati seketika. Kita semua adalah subjek dari kasih karunia!
Seorang penulis yang bijaksana telah mengatakan bahwa oleh pengorbanan-Nya, Kristus telah menyatakan "pengampunan" ke atas kita; dan itulah yang dikatakan oleh Paulus: sama seperti Adam membawa ke atas kita semua suatu "[keputusan hukum]…penghukuman", demikian pula Kristus telah mengumumkan ke atas kita "[keputusan hukum]…pembenaran" (Rom 5:15-18). Semua, oleh kasih karunia! Dan iman kita menjadi instrumen melalui mana kita menerima dan menghargai kasih karunia ini, sehingga kita "dibenarkan oleh iman."
Tegakkan kepala Anda! Anda adalah anak-anak kasih karunia. Sekarang, hiduplah untuk membuktikannya.

Dari Dial Daily Bread 23 April 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page