home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
6 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 5/7/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Adalah tahun 31 M ketika Tuhan Yesus Kristus disalibkan di luar gerbang kota Yerusalem. Tiga setengah tahun kemudian Sanhedrin meletus dalam tindakan amarah final mereka terhadap Yesus, menandai akhir dari 490 tahun masa percobaan nasional yang Tuhan telah berikan kepada mereka (lihat Daniel 9:24). Mereka melempari dengan batu Stefanus, hamba Yesus (Kis 7:54-60, melempari batu Mesias mereka dengan perbuatan mereka itu). Karenanya dalam arti berganda, "rumahmu ini…ditinggalkan dan menjadi sunyi" (Mat 23:38). Di atas kota (dan bangsa) yang kini terkutuk itu tergantung celaka yang diucapkan Yesus kepada wanita-wanita yang menangis pada saat penyaliban-Nya (Luk 23:28-31).

Antara 31 dan 70 M, rentangan waktu selama hampir 40 tahun, apakah kehidupan di Yerusalem berlanjut seperti biasa? Ya, pedagang melakukan tawar-menawar; perkawinan dengan sukacita mereka, anak-anak bermain di jalan-jalan; orang meneruskan kehidupan "seperti zaman Nuh sebelum Air Bah," tidak sadar akan kehancuran yang segera tiba, kehancuran yang tidak ada duanya dalam sejarah dunia sampai pada waktu itu.
Tetapi apakah mereka tidak tahu? Tidak juga; murid-murid Yesus mengkhotbahkan pekabaran itu dengan setia, bekerja sama dengan Roh Kudus. Sebagian orang mendengarkan dan merendahkan hati mereka, mengakui di dalam Yesus kegenapan nubuatan-nubuatan tentang Mesias yang akan datang. Mereka membentuk "gereja-gereja," bukan katedral yang megah tetapi jemaat di sana-sini, berdoa dan belajar bersama. Mereka mengingat apa yang Yesus telah katakan tentang Bait Suci yang mereka pikir akan berdiri selamanya dalam kebesaran duniawi; "tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain" (Mat 24:2). Bila ada TV pada saat itu, orang-orang Kristen di Yerusalem tidak akan tertawa pada gurauan-gurauan dan kebodohan yang dibuat-buat, ataupun dalam opera sabun. Tidak, mereka tidak berkeliling dengan muka murung, tetapi mereka sesungguhnyalah serius dan sadar. Mereka tidak akan main-main. Mereka sedang hidup dalam "zaman akhir" sebelum akhir dari Israel sebagai satu bangsa. Nubuatan mengatakan itu adalah pasti. Mereka berjalan dengan tenang di hadapan Tuhan, dan mereka suka berdoa. Mereka menggunakan 36 tahun itu sejak tahun 34 M menyadari bahwa semua yang mereka telah ketahui dari kebudayaan Yahudi akan segera berakhir.
Dan akhir itu datang--70 M
"Kita" sebagai satu bangsa setelah 11 September berada dalam keadaan serius dan sadar--untuk waktu yang singkat. Tetapi kehidupan Sodom dan Gomorrah segera datang kembali; kita telah memperoleh kemenangan yang besar dalam perang untuk dibanggakan. Tetapi ada sebagian yang pada hari ini mendengarkan panggilan Yesus, "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh [kesenangan-kesenangan duniawi] dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat" (Luk 21:34). Sebagian sedang hidup dalam kesadaran yang serius bahwa ini adalah Hari Pendamaian yang Final yang agung. Bergabunglah dengan mereka!

Dari Dial Daily Bread 24 April 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page