home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
7 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 5/9/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Pernahkah Anda memiliki masalah memelihara Sabat dalam pikiran Anda? Tuhan (dalam belas kasihan akan jiwa kita) meminta kita untuk "menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong" (Yes 58:13). Semua itu adalah "perbuatan." Bagaimana bila pikiran tetap "bekerja" akan hal-hal yang duniawi dan sia-sia pada hari Sabat? Seperti merencanakan, membuat penemuan, bertekad? Ketika matahari terbenam untuk mempersilakan masuk hari kudus Tuhan pada Sabat petang, dan pikiran Anda berlomba dengan ide-ide atau kekuatiran-kekuatiran duniawi, apa yang dapat Anda "lakukan"?
Memelihara Sabat adalah masalah hati; artinya, Anda dapat secara luar "melakukan" segala sesuatu dengan benar sementara di dalam Anda melanggar Sabat. Itulah masalah yang sama (pada prinsipnya) yang Yesus bicarakan ketika Dia mengatakan bahwa nafsu yang dimanjakan secara mental adalah perzinahan (Mat 5:27-30). Membiarkan pikiran semaunya sendiri dalam pemikiran duniawi--tidakkah itu juga melanggar Sabat?
Kalau begitu solusinya adalah (pada prinsipnya) sama dengan masalah nafsu--"menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya" (Gal 5:24). Itulah yang Yesus katakan adalah solusi kepada nafsu seksual secara mental: "cungkillah dan buanglah [mata yang berzinah]" atau "penggallah dan buanglah [tangan yang berzinah]" (Mat 5:29). Itulah pilihan mental dalam hati untuk mati daripada menyerah pada pencobaan untuk berdosa dan menyalibkan Yesus kembali (lihat Ibr 6:6). Masalah itu pada akhirnya menjadi: (1) menyalibkan Yesus "sekali lagi" atau (b) membiarkan diri "disalibkan bersama dengan Kristus" (Gal 2:20).
Semua itu dimulai dalam pikiran: "seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia" (Ams 23:7). Pikiran-pikiran yang dimanjakan pada akhirnya akan menguasai tindak-tanduk secara luar. Jauh di dalam pikiran adalah di mana peperangan itu ditentukan, di mana kita "bertanding dalam pertandingan iman yang benar" (1 Tim 6:12)_ Itulah peperangan untuk percaya ketika setiap gram tubuh Anda kelihatannya mendorong Anda ke arah yang lain. Itu "menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus" (2 Kor 10:5). Pilihlah, hentakkan kaki mental Anda dan tuntutlah bahwa diri sendiri menyerah pada Kristus. Anda akan menang.

Dari Dial Daily Bread 26 April 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page