home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
5 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 5/16/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Ada satu diskusi yang menarik di TV tentang mendapatkan seorang juri untuk mengadili kasus Scott Peterson. Dia telah dituntut oleh kepolisian Modesto, California untuk pembunuhan atas istrinya Laci dan putranya yang masih bayi, dan membuang tubuh mereka dengan pemberat ke dasar teluk San Fransisco. Media dan publik telah "menghakimi" dia. Jaksa mengatakan bahwa bukti melawan dia "banyak jumlahnya." Di mana hakim dapat menemukan 12 orang yang dapat mengesampingkan prasangka mereka dan mendengarkan dengan jujur kepada bukti apapun yang mungkin dapat membuktikan bahwa Scott tidak bersalah?

Dalam kasus-kasus seperti ini, publik mungkin adalah benar. Tetapi dalam menghakimi kebenaran Firman Allah, Yesus memperingatkan kita bahwa orang banyak adalah salah: "luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; …sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya" (Mat 7: 13, 14). Wahyu memperingatkan kita bahwa pada zaman akhir "semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya [kuasa murtad yang besar], yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih" (13: 8). Yesus berkata, "Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil!" karena Dia tahu bahwa mereka yang memilih untuk memikul salib dan mengikut Dia bukanlah, dan tidak akan pernah merupakan mayoritas. Tetapi Dia menguatkan mereka, "Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu" (Luk 12:32).
Sepanjang ribuan tahun sejarah manusia mereka yang setia kepada Tuhan selalu sedikit jumlahnya. Pikirkan dunia di zaman Nuh, pikirkan tentang sedikit yang diselamatkan dari Sodom dan Gomorah, pikirkan bahwa hanya Yusuf dari ke-12 anak-anak Yakub yang memiliki pengertian, pikirkan tentang Yeremia yang berdiri bagi Tuhan sendirian melawan Kerajaan Yudea; pikirkan tentang Yesus dan pengikut-Nya yang sedikit pada zaman Kayafas dan orang-orang Farisi; pikirkan tentang Paulus dan sedikit sahabat-sahabatnya yang setia kepada Tuhan di kota kafir yang besar: Roma; pikirkan tentang sedikit orang Waldensia yang setia pada zaman Kegelapan dari penganiayaan kepausan.
Untuk berdiri bagi kebenaran ketika semua orang kelihatannya mempersalahkan Anda adalah kehormatan yang tidak ternilai harganya, karena Yesus sedang berdiri bersama dengan Anda. Setan tidak berkasihan dalam usahanya untuk mengalahkan dia yang setia kepada Yesus. Anak-anak terutama dan orang muda takut untuk berdiri sendirian melawan mayoritas di sekolah. Dan kelihatannya lawan yang paling sulit yang dihadapi seseorang adalah cemoohan. Kita lebih baik salah dinilai orang daripada dituduh sebagai orang bodoh. Itu sepenuhnya adalah tekanan dari orang-orang di sekitarnya yang mendorong Petrus untuk menyangkal Tuhan dan Juruselamatnya, dia tidak tahan terhadap cemoohan seorang gadis remaja.
Mengapa Petrus begitu mudah jatuh? Dia telah mengabaikan untuk "berjaga-jaga dan berdoa" (Mat 26:40, 41).

Dari Dial Daily Bread 2 Mei 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page