home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
8 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 6/23/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Dua pertanyaan:
(1) Bagaimanakah masa remaja Yesus?
(2) Dapatkah seorang remaja yang sehat zaman ini sungguh-sungguh menjadi seperti Dia (apa yang kita sebut "seperti Kristus"), dan bukan menjadi seorang fanatik, seorang yang aneh, yang begitu "berbeda" sehingga tidak mungkin dia seorang "manusia"?

Pernahkah Anda melihat ayam yang mematuk ayam lain yang sedang sakit, luka, atau dalam suatu cara "berbeda"? Apakah remaja-remaja sebaya Yesus di Nazaret cenderung untuk ingin menyalibkan Dia bahkan pada waktu itu? Bagaimana seorang remaja hari ini dapat mengikut Dia dengan sungguh-sungguh dan tidak "disalibkan"? Hal itu tidak menyenangkan, bukan?
Dapatkah seseorang menemukan suatu jalan untuk menjadi "seperti Kristus" dan tidak "dihina dan dijauhi orang" (Yes 53:3)? Menemukan seorang Kristus minus salib? Mungkin kepribadian yang super?
Yesus selalu adalah seorang muda; "kita" tidak membiarkan Dia bertumbuh menjadi yang kita sebut "matang" sebelum "kita" harus menyalibkan Dia pada usia 33 tahun. Tetapi bahkan (kita pikir) adalah lebih mudah bagi Dia untuk menjadi begitu berbeda pada usia itu daripada katakanlah pada usia 16 tahun. Seorang remaja yang "dipatuk" oleh teman-teman sebayanya adalah satu peran yang tidak diinginkan seorang pun.
Yang tidak terbayangkan menjadi nyata ketika kita membaca Mazmur 119 dan melihatnya sebagai buku harian remaja Yesus di kota Nazaret yang imoral (lihat ayat 98-102, contohnya!). Tetapi untuk melihat Yesus dalam Mazmur itu kita perlu memahami satu kata bahasa Ibrani, TORAH. Penterjemah biasanya menterjemahkannya sebagai "hukum," jadi kita mendapati Yesus selalu mengatakan, "Betapa kucintai hukum-Mu; aku merenungkannya sepanjang hari" bahkan pada "tengah malam" dan sebelum subuh (ayat 97, 62, 147). Anak-anak pada hari ini berpikir bahwa pengarang Mazmur 119 adalah seorang super-Legalis.
Tetapi kata yang diterjemahkan di sini sebagai hukum, peraturan, perintah, tidak berarti tuntutan ilahi yang ketat melainkan artinya lebih mendekati komunikasi Kabar-Baik-Injil Ilahi kepada manusia. Ketika Mazmur 119 mengatakan "betapa kucintai hukum-Mu" itu berarti , "Betapa kucintai Injil yang Engkau selalu coba ajarkan kepada-Ku!" Itu tidak berarti , "Betapa aku mencintai merasa takut sepanjang hari!" Bagi Yesus sepuluh hukum menjadi sepuluh janji karena Dia percaya pada Perjanjian Baru. Dan itulah sebabnya Dia menjadi remaja yang paling bersuka cita, mengasihi, 'cool' yang Anda pernah dapat temui. Dia percaya!

Dari Dial Daily Bread 20 Juni 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page