home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
9 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 6/24/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Sangat sedikit pada zaman ini yang mengingat ketika adalah melanggar hukum (ya, tidak mungkin) untuk mengisi tangki bensin Anda untuk satu perjalanan liburan. Anda hanya diizinkan mengisi dengan sejumlah kupon. Saya masih ingat: sebagai pendeta gereja saya mendapat izin untuk memperoleh beberapa extra kupon untuk mengunjungi yang sakit yang yang terkurung (moral nasional harus dipertahankan). Anda tidak berani untuk marah kepada dewan ransum nasional. Mobil tua saya yang malang membutuhkan ban baru; dibutuhkan izin untuk membelinya (biasanya saya akan membeli ban Pep Boys yang paling murah; tetapi diizinkan membeli hanya satu, saya membeli sebuah U.S Royal De Luxe). Semua penjatahan ini hanyalah "selama" Perang Dunia II. Apa yang sangat sah dilakukan pada masa damai sekarang menjadi salah; kepentingan perang harus didahulukan; kesenangan yang paling akhir.

Menurut buku Imamat, apa yang sama sekali sah dilakukan setiap hari dalam setahun tiba-tiba menjadi terlarang selama satu "hari Pendamaian." Pesta makanan lezat diizinkan setiap saat; puasa hanya pada satu hari ini. Berpakaian serapi mungkin menjadi peraturan setiap hari; berpakaian karung goni hanya pada satu hari ini (16:29-34). Alasannya? Itu adalah lambang dari Hari Penghakiman terakhir yang besar.
Sesuatu yang misterius kelihatannya terjadi sekali setiap tahun--Roh Kudus tampaknya menguatkan roh penyangkalan diri pada kesadaran diri yang paling dalam dari umat ini (penganut agama Yahudi yang ketat masih dengan khidmat memperingati hari Yom Kippur).
Apakah mereka mengerti dan mempercayai Alkitab atau tidak, orang-orang bijak di manapun juga hari ini melihat kehidupan dengan pandangan yang sadar. Kita tidak lagi dapat mengisolasi diri dari kenyataan dunia; kerajaan yang terbesar dalam sejarah tidak berdaya untuk membawa perdamaian ke Timur Tengah, atau untuk membangkitkan negara yang tercabik di Irak, atau untuk menyembuhkan jutaan orang di Afrika dari wabah AIDS, atau bahkan untuk menghiburkan rakyat miskin dengan sedikit pengurangan pajak. Untuk menyadari bahwa kita telah tiba pada Hari Pendamaian Alam semesta adalah masuk akal bagi setiap orang yang mau sadar dan mengambil sedikit waktu untuk merenung.
Bagi mereka yang memiliki paling tidak sedikit saja pengertian akan kebenaran Alkitab, kekhidmatan menjadi ciri pemikiran mereka sekarang. Itu bukan ketakutan; suka ria menyakitkan perasaan mereka seperti yang dirasakan Yesus pada hari-hari terakhir-Nya.
Ini bukan fanatisme diri yang membunuh suka cita, ada sesuatu yang misterius darinya yang memberikan kesan bahwa Roh Kuduslah yang membawa kesadaran ini. Adalah pada Hari Pendamaian yang final yang agung itulah kata-kata Yesus akan diterangi bagi kesadaran hati manusia: "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora…" (Luk 21:34).

Dari Dial Daily Bread 21 Juni 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page