home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
14 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 6/27/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Jutaan orang yang mengasihi Alkitab sedang bersatu mempelajari pengampunan Tuhan. Mereka merenungkan satu pertanyaan yang penting: "sebagian orang tidak mudah untuk dikasihi, tetapi kita diperintahkan untuk mengasihi musuh-musuh kita (Luk 6:35). Bagaimana kita dapat mengasihi seseorang yang mudah tersinggung, sulit, kasar, tidak menyenangkan untuk berada bersamanya?"

Mungkin pernyataan yang lebih mudah bagi pertanyaan itu adalah, "Bagaimana kita dapat MENYUKAI orang seperti itu? Apakah Tuhan mengharapkan kita menyukainya?"
Bukanlah cara berpura-pura yang kita inginkan; ini bukan tugas bagi seorang aktor film. Kita tidak ingin kepura-puraan yang kosong, hanya berlaku manis dan sopan di depan mukanya sementara jauh di dalam hati Anda benci kepadanya bukanlah satu sikap seperti Yesus.
Satu contoh yang baik untuk dipikirkan adalah tentang Maria Magdalena--dirasuki oleh "tujuh setan" (Markus 16:9). Seorang wanita yang begitu "kerasukan" dapat lebih menjengkelkan daripada pria yang demikian. Dalam kasusnya kita tahu bahwa Yesus menggunakan hukum sebab-akibat; Dia mengerti kenapa Maria menjadi begitu buruk. Dia memahami sakit hati yang rahasia yang dia telah alami. Karenanya Dia tahu bahwa sikapnya yang buruk dan pahit bukanlah keinginan hatinya yang terdalam. Kenyataannya, dia telah kehilangan kendali dan sesungguhnya mengatakan dan berbuat hal-hal yang dia sendiri benci. Itulah artinya "kerasukan." Setan--bukan, tujuh setan--telah menjeratnya.
Anda mungkin sulit menemukan seseorang yang lebih sulit didekati daripada Maria Magdalena. Ketika Yesus bertemu dengan dia, Dia menyadari bahwa seseorang telah memperlakukan dia dengan sangat tidak adil, telah mendorongnya ke dalam keputusasaan, telah menenggelamkannya dalam pencobaan untuk menjadi orang yang dibenci yang dia tidak dapat lawan. Yesus sesungguhnyalah menempatkan diri-Nya sendiri dalam posisi Maria (itulah yang dilakukannya bagi tiap-tiap orang dari kita). Kenyataannya, ketika Dia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis Dia telah sungguh-sungguh mengambil rasa bersalah kita ke atas diri-Nya, mengambil pengalaman pertobatan demi kepentingan kita. Dalam proses yang sederhana ini untuk menjadi satu dari kita, Yesus menemukan kunci untuk membuka pintu penjara Maria. Dan dalam berbuat demikian Dia telah mengubah Maria menjadi seorang yang mudah dikasihi!
Mungkin itu adalah satu kunci yang Anda dan saya perlu untuk temukan.

Dari Dial Daily Bread 25 Juni 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page