home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
11 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 7/8/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Seorang penulis yang sangat bijaksana suatu kali berkata, “Cinta adalah karunia yang berharga, yang kita terima dari Yesus.” Dia sedang berbicara tentang cinta badani, cinta heteroseksual, “misteri yang manis dari kehidupan” yang dibicarakan para penyair. Cinta yang adalah “karunia Yesus” tentu saja adalah kasih yang dikatakan oleh Alkitab sebagai agape, “kasih” dari 1 Korintus 13. Tetapi adalah mengejutkan bagi banyak orang untuk mendapati bahwa itu juga adalah cinta seksual, atau harus kita katakan, mencakup cinta seksual. Dan yakinlah, cinta seperti itu adalah “karunia Yesus” karena tidak seorang pun dilahirkan dengan agape. Ketika Paulus mengatakan, “Hai suami, kasihilah isterimu” (Efe 5:25), dia menggunakan kata kerja agape, yang adalah kasih yang dia jelaskan secara terperinci dalam 1 Korintus 7:3-5 sebagai mencakup keintiman seksual.

* Apakah cinta seperti itu murni kimiawi sifatnya, sesuatu yang berada di luar jangkauan pilihan akal manusia? Eros adalah ide Helenistik tentang cinta, dan dia bersifat kimiawi atau emosional pada mulanya. Dan itu membuat orang kehilangan cinta sama mudahnya seperti jatuh cinta. Itu bukanlah “karunia berharga yang kita terima dari Yesus.” Karunia apapun yang kita terima dari Dia bersifat mujizat. Artinya, dia hidup, bahkan berkembang, di mana Eros mati. Agape adalah kasih yang tunduk pada peraturan hukum. “Tetapi itu membunuh cinta,” bantah seseorang. Tidak, “misteri”nya adalah bahwa hukum mendirikan cinta. Bila “cinta adalah karunia berharga yang kita terima dari Yesus,” itu berarti cinta seperti itu adalah satu prinsip, bukan sekedar nafsu. Sumbernya berasalah dari salib Kristus.

* Dua orang berikrar dalam pernikahan, di hadapan Tuhan, untuk setia sampai maut memisahkan mereka; agape berkata “Tidak”! kepada setiap dan semua godaan untuk “jatuh cinta” kepada seorang yang lain. Bahkan bila godaan itu kuat, bahkan bila emosi tak tertahankan, cinta yang mengendalikan dari Kristus adalah lebih kuat. Dia tidak dimotivasi oleh ketakutan akan hukuman di neraka atau pengharapan akan imbalan di sorga; agape adalah kasih yang menyangkal diri, dan percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Setan sebagai mati akan dibangkitkan kembali. Dia akan menunggu. Itu adalah terjemahan kekudusan praktis dari apa yang Yesus katakan: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, ISTERINYA (!!), anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk 14:26, 27). Kedengarannya sama sekali mustahil!

* Di sinilah di mana “iman Yesus” diuji dengan berat. Dosa Adam yang pertama adalah menempatkan seorang wanita di depan Juruselamatnya. Tidak seorang pun ingin melihat fanatisme berkembang dalam gereja; selibat adalah salah, salah, salah. Tetapi kesetiaan kepada prinsip dengan menyangkal diri adalah sesuatu yang langka dan berharga yang Sorga inginkan bagi dunia untuk temukan.

Dari Dial Daily Bread 3 Juli 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs © 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page