home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1626
active users:
0 members
8 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 7/9/2003

Salam dalam Kasih Kristus,

Sejak Amerika mendeklarasikan kemerdekaannya di tahun 1776, bangsa itu belum pernah sebelumnya (1) memprovokasi musuh untuk menyerang tentaranya. Mungkin presiden mereka menantang musuhnya sambil bergurau. Tetapi bagi orang-orang muda, ditembaki sama sekali bukanlah satu gurauan. Ada hal-hal yang baru yang lain yang dihadapi dalam perayaan 4 Juli tahun ini: (2) Ini adalah “pertama” kalinya Amerika telah mengambil inisiatif dalam peperangan (dan kita bertanya-tanya berapa besar pengaruh kejadian ini bila kesempatan lain datang untuk berbuat hal yang sama). (3) Ini adalah pertama kalinya seorang mantan presiden yang disegani mengatakan pada dunia bahwa AS telah menjadi -- dan kemudian berhenti sebentar untuk mencari kata-kata yang tepat-Kerajaan Roma yang baru. (4) Juga ini adalah hampir pertama kalinya bangsa ini menanggung hutang nasional yang hampir tidak terbayangkan. (5) Dan juga adalah “pertama” kalinya sampul depan NEWSWEEK memuat artikel tentang kemungkinan AS secara resmi menyetujui “pernikahan” gay/homoseksual.

* Semua ini membangkitkan pertanyaan di dalam hati kita: apakah bangsa Amerika telah kehilangan prinsip yang mulia yang tercantum dalam Deklarasi Kemerdekaan dan Konstitusinya? Apakah kesadaran nasional sedang dihubung-singkatkan? Apakah mungkin bahwa mereka “yang diam di bumi” (why 13:14, yaitu, para wakil rakyat) dapat mengizinkan dilanggarnya prinsip yang mendasar dari negara Amerika--kemerdekaan sipil dan agama? Dan kemudian suatu hari bangun dan mendapati semuanya lenyap?

* Hati manusia (semua orang di dunia) adalah sedemikian sehingga mereka terlalu mudah membiarkan merosotnya disiplin rohani yang menegakkan prinsip-prinsip yang benar. “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya” (Rom 8:7). Negara memerlukan di hadapannya satu gereja yang begitu mengabdikan diri pada roh disiplin diri yang diilhami oleh salib Kristus supaya kesadaran nasional dapat dibawa kepada pertobatan.

* Kesadaran seperti itulah yang menjadi jaminan bagi para pendiri negara AS. Mereka tidak menginginkan negara itu menjadi “Negara Kristen” dengan peraturan agama sebagai hukumnya; tetapi mereka mengharapkan bahwa orang-orang Kristen yang baik dan bertobat di dalam gereja akan mengekang kejahatan yang begitu mudah mengalir dari hati manusia yang tidak disucikan. “Engkau adalah garam dunia” (Mat 5:13).

* CNN mengatakan bangsa Amerika akan melakukan lebih banyak perjalanan pada tanggal 4 Juli ini lebih daripada sebelumnya. Bagi mereka yang akan berhenti sejenak untuk mendengarkan, sekarang Yesus mengingatkan kita semua, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan [apa saja yang mematikan pengertian rohani dan melemahkan disiplin Anda] serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat” (Luk 21:34). Berdoalah kepada “Bapa kita.”

Dari Dial Daily Bread 4 Juli 2003
Oleh Robert J. Wieland
Diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs © 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page